Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gencatan Perang Tarif, AS dan China Janjikan Kondisi yang Mendukung

Gencatan Perang Tarif, AS dan China Janjikan Kondisi yang Mendukung
Gencatan Perang Tarif AS-China (Foto: VOA/AP)
A
A
A

JAKARTA - Para perunding perdagangan AS dan China menjanjikan kondisi-kondisi yang mendukung bagi pemberlakuan gencatan perang tarif. Janji itu disampaikan kedua pihak dalam pembicaraan telepon.

Komunikasi tersebut berlangsung setelah Presiden Donald Trump mengancam akan menarik AS dari kesepakatan dagang dengan China jika Beijing tidak membeli lebih banyak barang dan jasa Amerika sebagai imbalan keputusan Washington untuk membatalkan kenaikan tarif. Demikian dilansir dari kantor berita resmi pemerintah Xinhua.

Baca Juga: Menperin Sebut Banyak Negara Perang Dagang Alat Kesehatan Akibat Corona

Wakil Perdana Menteri Liu He, yang menjadi kepala utusan perdagangan China, Utusan Perdagangan AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, menjanjikan kondisi yang mendukung bagi implementasi kesepakatan tahap satu yang ditandatangani Januari lalu. Menurut kantor berita itu, mereka sepakat melanjutkan komunikasi dan koordinasi namun tanpa merinci lebih jauh.

Kedua pemerintah telah melakukan perang tarif terhadap produk impor bernilai ratusan miliar dolar sejak 2018. Perang tarif itu dipicu oleh surplus perdagangan dan ambisi teknologi Beijing.

Berdasarkan kesepakatan Januari, Washington sepakat untuk mengurangi sejumlah kenaikan tarif dan menunda kenaikan tarif lainnya dengan imbalan komitmen China untuk membeli produk pertanian dan produk ekspor AS lainnya senilai 200 miliar dolar. Beijing telah mulai kembali membeli kacang kedelai Amerika, namun belum mengukuhkan berapa besarnya. Demikian dilansir dari Voa, Sabtu (9/5/2020).

Baca Juga: Soal Perang Tarif dengan AS, China Ngadu ke WTO

Pada Minggu (3/5), Trump mengatakan kepada Fox News, “Kalau mereka tidak beli, kita akan batalkan keputusan itu. Sangat sederhana.”

Hingga hari ini, kedua pemerintah belum mengumumkan jadwal perundingan perdagangan lebih lanjut.

(Dani Jumadil Akhir)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement