Hal ini juga dilakukan untuk memberikan stimulus kepada para investor untuk menaruh uangnya.
"Saya masih mixed feeling antara BI sebaiknya turunkan BI Rate 25 bps menjadi 4,25% karena inflasi rendah sekali jauh di bawah 3%, Rupiah sudah relatif menguat dan stabil serta juga untuk menstimulasi pemilik dana untuk berinvestasi dan re-investasi supaya kegiatan ekonomi bergairah," ucapnya.
Namun dirinya juga memiliki pendapat jika BI mungkin untuk menahan suku bunga acuannya di level 4,5%. Ketidakpastian mengenai pandemi COVID-19 bisa menjadi pemicu untuk BI menahan bunga acuan yang saat ini 4,5%
"Namun saya juga condong BI menahan BI Rate tetap di level 4,5% lantaran relaksasi kebijakan BI (moneter, makroprudensial dan baurannya) termasuk quantitative easing (QE) BI sebesar Rp508 triliun mulai bergulir untuk mendorong kegiatan sektor riil dan perbankan," jelasnya.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.