Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Saham-Saham Blue Chips

Mengenal Saham-Saham <i>Blue Chips</i>
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka usai libur Hari Raya Idulfitri, saatnya investor kembali beraktivitas di pasar modal. Instrumen saham di pasar modal dapat dikelompokkan ke dalam ketegori saham-saham blue chips atau big cap. Saham jenis ini yang terutama memengaruhi pergerakan harga saham yang direfleksikan melalui Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Sebenarnya, banyak indikator yang bisa digunakan untuk mengidentifikasikan saham blue chip. Blue chips adalah sebuah istilah dalam pasar modal yang mengacu pada saham yang dicatat perusahaan besar di bursa efek. Blue chips mengacu pada istilah kasino, di mana chip yang memiliki nilai paling besar. Saham blue chip juga biasanya memberikan dividen secara reguler, bahkan ketika bisnis berjalan kurang baik.

Baca juga: Diversifikasi Reksa Dana di Tengah Fluktuasi

Perusahaan besar ditandai dengan ukuran perusahaan secara aset. Ditandai juga dengan kapitalisasi pasar yang besar. Kapitalisasi pasar adalah jumlah saham yang tercatat di bursa dikalikan dengan harga saham tersebut. Sehingga, saham besar yang dimaksud dalam istilah blue chip ini disebut juga saham jenis big cap.

Perusahaan-perusahaan besar umumnya memiliki pendapatan stabil dan liabilitas dalam jumlah yang tidak terlalu banyak. Perusahaan dengan kategori saham blue chip ini secara umum dikelola dengan standar etos dan kinerja yang baik berdasarkan acuan Good Corporate Governance (GCG), memiliki fundamental yang relatif baik, serta dikelola orang-orang profesional. Berbeda dengan perusahaan keluarga yang umumnya dikelola oleh anggota keluarga.

Baca juga: Upaya BEI Menjaga Pasar

Selain itu, perusahaan yang masuk dalam katagori blue chips umumnya bergerak di bidang industri yang hasil produksinya dibutuhkan banyak orang. Sehingga, perusahaan kategori blue chip ini memiliki keuntungan yang relatif besar dan secara rutin membagikan keuntungan berupa dividen dibagikan kepada investor.

Usai krisis akibat pandemi Covid-19, salah satu pilihan bagi investor adalah memulai berinvestasi pada saham blue chips. Investor dapat lebih mudah memantau pergerakan harga sahamnya dengan mengamati pergerakan IHSG. Namun, harus diingat, investasi pada saham blue chips terutama ditujukan untuk jangka waktu panjang. Karena, yang menjadi pertimbangan utama dalam membeli saham blue chips adalah berinvestasi secara fundamental.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement