Juan mengatakan, sebelum Covid-19 merebak di Indonesia, bisnis perunggasan meraih omzet di atas Rp400 triliun per tahun dan daging sapi mencapai Rp40 triliun.
Ditambah lagi usaha perhotelan dan restoran yang memiliki pengaruh besar dalam serapan produk peternakan yang menutup untuk sementara usahanya.
Contohnya, sebelum Covid-19 dalam sebulan serapan daging sapi atau kerbau bisa mencapai 6.000 ton, sekarang untuk mencapai penjualan 1.000 ton per bulan sulit tercapai.
Selain itu, terjadi penurunan omzet berkisar 50-60% sehingga menyulitkan para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing.
"Peternak sangat membutuhkan dukungan suplai produksi bahan baku pakan ternak. Saya berterima kasih, stimulus yang diberikan pemerintah akan mendukung terciptanya kerja produktif dan efisien," ujar Juan yang juga kandidat ketua umum Ikatan Alumni Prasetya Mulya (Ikaprama).
Data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Sub Sektor Peternakan pada Januari sampai Februari 2020 mencapai Rp 1,7 triliun, atau meningkat 30% dibandingkan ekspor pada Januari-Februari 2019 yang tercatat sebesar Rp 1,3 triliun (YoY).
(Dani Jumadil Akhir)