Stimulus Rp34 Triliun Bakal Tingkatkan Produksi Pangan

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 01 Juni 2020 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 01 320 2222788 stimulus-rp34-triliun-bakal-tingkatkan-produksi-pangan-Q6yn3cpcbd.jpg Pangan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan insentif sebesar Rp34 triliun untuk petani dan nelayan, termasuk peternak menjadi sebuah langkah awal yang baik untuk memajukan sub sektor peternakan di dalam negeri.

Menurut Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri Makanan dan Industri Agrifarm Peternakan Juan Permata Adoe insentif senilai Rp34 triliun diharapkan dapat terus ditingkatkan jumlahnya sehingga akan memudahkan peternak memenuhi kebutuhan mulai dari bibit, benih, pupuk, pestisida, hingga pakan ternak.

“Terpenuhinya kebutuhan peternak di saat penularan Covid-19 akan melanjutkan produksi hulu atas kebutuhan rantai pasok untuk industri pengolahan pangan. Harus ada dukungan sisi suplai produksi bahan baku pakan ternak karena stimulus akan memberikan kerja produktif dan efisien,” katanya dalam keterangannya, di Jakarta, Senin (1/6/2020).

Baca Juga: Anggaran Rp34 Triliun, Petani-Nelayan Dapat Keringanan Bayar Cicilan Kredit

Sementara itu, kalangan pelaku usaha berharap pemerintah memberikan jaminan ketersediaan pasar bagi produk-produk peternakan untuk meningkatkan pendapatan peternak.

Sejak merebaknya pandemi virus corona atau Covid-19 ditambah penerapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia, peternak perunggasan, sapi, domba, dan sapi perah menghadapi tantangan berat, baik dari segi pemasaran maupun perolehan pakan ternak.

Baca Juga: 2,44 Juta Petani Miskin Bakal Terima BLT Rp600.000

Kondisi ini mengakibatkan para pelaku usaha di sub sektor peternakan kesulitan mendapatkan pemasukan sehingga berakibat tertundanya pembayaran cicilan kredit ke lembaga keuangan maupun perbankan.

"Penularan Covid-19 menimbulkan keguncangan, terutama dari aspek permintaan produk pertanian dan peternakan. Perilaku konsumen dari yang tadinya off-line mode menjadi on-line mode. Biaya produksi makin tinggi sehingga menyulitkan peternak untuk membayar angsuran pinjaman," katanya

Juan mengatakan, sebelum Covid-19 merebak di Indonesia, bisnis perunggasan meraih omzet di atas Rp400 triliun per tahun dan daging sapi mencapai Rp40 triliun.

Ditambah lagi usaha perhotelan dan restoran yang memiliki pengaruh besar dalam serapan produk peternakan yang menutup untuk sementara usahanya.

Contohnya, sebelum Covid-19 dalam sebulan serapan daging sapi atau kerbau bisa mencapai 6.000 ton, sekarang untuk mencapai penjualan 1.000 ton per bulan sulit tercapai.

Selain itu, terjadi penurunan omzet berkisar 50-60% sehingga menyulitkan para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing.

"Peternak sangat membutuhkan dukungan suplai produksi bahan baku pakan ternak. Saya berterima kasih, stimulus yang diberikan pemerintah akan mendukung terciptanya kerja produktif dan efisien," ujar Juan yang juga kandidat ketua umum Ikatan Alumni Prasetya Mulya (Ikaprama).

Data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Sub Sektor Peternakan pada Januari sampai Februari 2020 mencapai Rp 1,7 triliun, atau meningkat 30% dibandingkan ekspor pada Januari-Februari 2019 yang tercatat sebesar Rp 1,3 triliun (YoY).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini