Pajak Netflix hingga Zoom Dinilai Tak Adil oleh Trump, Begini Reaksi Kemenkeu

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 04 Juni 2020 16:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 04 20 2224560 pajak-netflix-hingga-zoom-dinilai-tak-adil-oleh-trump-begini-reaksi-kemenkeu-02iRZDeyf2.jpg Netflix (reuters)

JAKARTA - Kementerian Keuangan resmi memberlakukan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10% atas pembelian produk dan jasa digital dari pedagang atau penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) berlaku mulai tanggal 1 Juli 2020.

Namun, aturan tersebut sempat membuat Pemerintah Amerika Serikat geram. Pasalnya, Presiden Donald Trump khawatir banyak mitra dagang AS yang akan menggunakan skema pemungutan pajak yang tidak adil tersebut.

 Baca juga: Netflix, Spotify hingga Zoom Kena Pajak 10% Mulai 1 Juli 2020

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio N. Kacaribu mengatakan, Kementerian Keuangan belum bisa memberikan pernyataan terkait dengan masalah ini.

"Jadi untuk pajak digital belum bisa kami rilis mudah-mudahan segera. Pasalnya ini masalah yang memang strategis nantin kita akan siapakan," ungkap dia pada telekonfrensi, Kamis (4/6/2020).

 Baca juga: Berlaku 1 Juli 2020, Jual Beli Online Kena Pajak 10%

Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo mengatakan, penarikan PPN terhadap perusahaan digital tersebut dilakukan agar tercipta keadilan (level playing field) bagi perusahaan yang tercatat sebagai subjek pajak dan selama ini taat membayar pajak ke pemerintah.

Menurut dia, pemungutan PPN dilakukan untuk semua produk yang dikonsumsi, baik barang dan jasa yang diperjualbelikan di Indonesia. "Baik yang diproduksi dalam negeri maupun yang berasal dari dalam negeri," ujarnya.

(rzy)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini