Fakta-Fakta Tapera, Iuran Baru yang Potong Gaji 3% hingga Sasar PNS

Taufik Fajar, Jurnalis · Sabtu 06 Juni 2020 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 05 470 2225062 fakta-fakta-tapera-iuran-baru-yang-potong-gaji-3-hingga-sasar-pns-kKOrJyFx8k.jpg Tapera (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Badan Pengelola (BP) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) akan memungut iuran Tapera mulai 2021.

Iuran Tapera dipungut dari total gaji pekerja di Indonesia sebesar 3% yang terdiri dari 0,5% dari pemberi kerja dan 2,5% dari pekerja.

Baca Juga: Dana Kelola Tapera Bisa Rp50 Triliun/Tahun, Rawan Bancakan?

Hal ini menjadi iuran baru bagi pekerja di Indonesia yang diambil dari pemotongan gaji setelah BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Berikut fakta-fakta iuran Tapera yang memotong gaji 3% seperti dirangkum Okezone, Jakarta, Sabtu (6/6/2020).

1. Tapera Bakal Difokuskan untuk PNS

Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan, penyelenggaraan Program Tapera diperuntukkan bagi seluruh segmen Pekerja dengan azas gotong royong. Untuk tahap awal, Tapera akan menyasar PNS yang dulunya peserta Taperum-PNS.

“Program Tapera pada tahap awal akan difokuskan pada PNS eks peserta Taperum-PNS maupun PNS baru,” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis 4 Juni 2020.

Baca Juga: Perusahaan Swasta Diberi Waktu 7 Tahun Daftar Tapera 

2. Sasaran Peserta Tapera

Selanjutnya, perluasan kepesertaan akan dilakukan secara bertahap untuk segmen Pekerja penerima upah di BUMN/BUMD/BUMDes, TNI/Polri, pekerja swasta, hingga pekerja mandiri dan pekerja sektor informal.

Pemerintah memberikan kesempatan bagi pemberi kerja sektor swasta untuk mendaftarkan Pekerjanya paling lambat tujuh tahun setelah ditetapkannya PP Penyelenggaraan Tapera

3. Besaran Iuran Tapera

Besaran simpanan Tapera ditetapkan sebesar 3% dari gaji/upah dan ditanggung bersama oleh pemberi kerja sebesar 0,5% dan pekerja sebesar 2,5%.

Dasar perhitungan untuk menentukan gaji/upah ditetapkan sama dengan program jaminan sosial lainnya, yaitu maksimal sebesar Rp12 juta.

4. Gaji Dipotong Iuran Tapera Mulai Januari 2021

 

Badan Pengelola (BP) Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) akan memungut iuran Tapera mulai 2021. Iuran Tapera dipungut dari total gaji pekerja di Indonesia sebesar 3% yang terdiri dari 0,5% dari pemberi kerja dan 2,5% dari pekerja.

"Penghimpunan simpanan Peserta direncanakan akan mulai dilaksanakan pada Januari 2021," tulis keterangan resmi Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

5. Pengembang Girang

Ketua Umum Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Junaidi Abdillah mengatakan, Perpres ini menjadi kabar gembira. Sebab, program Tapera sudah sangat dinantikan baik oleh masyarakat maupun pengembang.

"Tapera ini sebenarnya kita dari sisi pengembang juga nunggu, dari masyarakat juga menunggu," ujarnya saat dihubungi Okezone.

Menurut Junaidi, adanya Tapera bakal memperkuat komitmen pemerintah dalam hal pembiayaan perumahan. Apalagi, masih banyak sekali masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang membutuhkan tempat tinggal.

"Karena Tapera ini nantinya akan memperkuat negara dalam rangka pembiayaan terhadap perumhan yang memang lagi dibutuhkan masyarakat terutama MBR," jelasnya.

6. Iuran Tapera Berpotensi Jadi Beban Baru Pengusaha

Menurut CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda, keluarnya PP tersebut belum sepenuhnya mendengarkan kritik yang selama ini disampaikan para pengusaha ataupun pengamat. Hampir tidak ada perubahan dari awal terbentuknya Tapera.

“Adanya lembaga baru ini dikhawatirkan akan menjadi beban baru setelah banyaknya lembaga pembiayaan perumahan lainya,” ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini