Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bos Samsung Dituduh Manipulasi Harga Saham, Bakal Ditahan Lagi?

Bos Samsung Dituduh Manipulasi Harga Saham, Bakal Ditahan Lagi?
Samsung (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA Bos Samsung Lee Jae Yong menghadiri sidang yang akan memutuskan apakah dia akan ditangkap dan dipenjarakan terkait dengan merger perusahaan yang kontroversial. Jika pengadilan mendukung surat perintah penangkapan, Lee akan ditahan.

Para jaksa penuntut menuduh Lee, yang sekarang menjabat wakil pemimpin grup Samsung Electronics, melakukan manipulasi saham dan perdagangan ilegal sewaktu berlangsung merger dua afiliasi Samsung, Samsung C&T dan Cheil Industries, pada tahun 2015.

Baca juga: Samsung Display Siap Investasi Rp153,3 Triliun, untuk Apa Saja?

Lee adalah pemegang saham terbesar di kedua perusahaan itu. Dia dituduh berusaha menggelembungkan nilai saham Cheil Industries dan menurunkan nilai saham Samsung C&T untuk membuatnya mendapatkan saham yang lebih besar di perusahaan hasil merger. Ini langkah yang akan meningkatkan kontrolnya terhadap konglomerat terbesar Korea Selatan itu dan memuluskan transisi dari ayahnya yang sakit, Lee Kun-hee, yang mengalami serangan jantung pada tahun 2014.

samsung

Lee juga dituduh menggelembungkan nilai Samsung Biologics, anak perusahaan Cheil Industries. Samsung merilis pernyataan pekan lalu yang membantah tuduhan-tuduhan terhadap Lee.

Pada tahun 2017 Lee divonis bersalah menyuap orang kepercayaan Park Geun-hye, presiden Korea Selatan ketika itu, dengan imbalan dukungan Park bagi merger tahun 2015. Skandal tersebut menyebabkan Park tersingkir dari jabatannya dan akhirnya membuatnya dijebloskan ke penjara. Lee menjalani hukuman satu tahun sebelum pengadilan banding menangguhkan hukumannya. Mahkamah Agung Korea Selatan memerintahkan pengadilan ulang atas dakwaan-dakwaan awalnya, demikian dilansir dari VOA, Selasa (9/6/2020).

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement