Ikut Lawan Covid-19, Startup Ini Bikin Teknologi Peta Kebutuhan APD

Giri Hartomo, Jurnalis · Minggu 14 Juni 2020 12:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 14 320 2229748 ikut-lawan-covid-19-startup-ini-bikin-teknologi-peta-kebutuhan-apd-1gNe9vymtQ.jpg Waspada Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Perindustrian mendorong perusahaan rintisan (startup) agar bisa berperan dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 di tanah air. Sebab, pelaku startup di bidang teknologi berpotensi besar menghadirkan inovasi sebagai solusi untuk menekan penyebaran dan dampak dari virus korona di Indonesia.

“Pandemi Covid-19 memberikan pukulan yang kuat pada semua sektor ekonomi tanpa pandang bulu. Hal ini mendorong banyak pihak untuk ikut turun tangan melalui beragam cara, salah satunya adalah para pelaku startup,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih dilansir dari laman Kemenperin, Minggu (14/6/2020).

Baca Juga: Setelah KFC, Kini McD Tutup di Tengah Virus Corona

Dirjen IKMA menyampaikan, MAPID, perusahaan rintisan asal Bandung yang telah menciptakan inovasi melalui pembuatan Platform GEO MAPID. Temuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk memetakan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) di Indonesia. “MAPID adalah salah satu finalis program Startup 4 Industry dari kompetisi Making Indonesia 4.0 Startup yang diinisiasi oleh Kemenperin pada tahun 2018,” terangnya.

Gati menegaskan, inovasi yang dihasilkan oleh MAPID menjadi wujud nyata dari semangat generasi milenial di Indonesia yang siap menghadapi revolusi industri 4.0. “Keunggulan MAPID adalah memanfaatkan gabungan geospasial dan internet of things menjadi sebuah platform berbasis peta yang dapat diintegrasikan dengan berbagai macam sensor untuk memonitor secara otomatis,” ungkapnya.

Baca Juga: Stoqo Tutup, Startup Sembako Jadi Korban Baru Virus Corona

CEO MAPID, Bagus Imam Darmawan mengemukakan, Platform GEO MAPID merupakan perangkat lunak cloud computing yang akan menjadi solusi layanan dalam pengembangan Sistem Informasi Geografis untuk mengumpulkan, mengelola, memvisualisasikan, dan menganalisis data geospasial. Teknologi ini bisa memposisikan pemetaan dan penginderaan ekosistem terintegrasi untuk semua orang yang tidak memerlukan keahlian dalam GIS atau Teknik Tata Ruang. Teknologi tersebut juga dapat digunakan oleh siapa saja secara massal.

 

“Melalui inovasi ini, masyarakat dapat melihat distribusi APD dengan mudah pada tampilan peta. Sehingga, dapat melihat daerah mana saja kebutuhannya sudah terpenuhi dan daerah yang masih membutuhkan APD dapat tersampaikan dengan jelas,” ujar Bagus. Menariknya, data disajikan dalam tampilan tiga dimensi yang bakal mudah dipahami masyarakat.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini