Petani Sedih, Harga Cabai Anjlok saat Panen Raya

Suryono, Jurnalis · Selasa 16 Juni 2020 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 16 320 2230807 petani-sedih-harga-cabai-anjlok-saat-panen-raya-N24ZzuXjUY.jpg Cabai. (Foto: Okezone.com)

PEMALANG - Kalangan petani di lereng gunung Slamet tepatnya di kecamatan Pulosari Pemalang Jawa Tengah, kondisinya menyedihkan. Saat panen raya cabai, ternyata harga justru jatuh, sehingga mereka harus menerima kerugian cukup besar .

Anjloknya harga cabai di pasaran, membuat petani di ketinggian sekitar 1000 mdpl ini merugi hingga puluhan juta rupiah. Hal ini lantaran naiknya biaya pemeliharaan namun harga jual rendah, sehingga tidak menutup biaya produksi.

Baca Juga: Harga Cabai Anjlok Akibat Kebijakan PSBB, Petani Jadi Merugi

“Saat panen seperti sekarang , kami harus menerima kenyataan merugi hingga puluhan juta rupiah . Padahal hasil panen kami harapkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, “ jelas Petani Cabai Rahman kepada Okezone, Selasa (16/6/2020).

Menyiasati hal ini petani mesti menghemat biaya dengan tidak memaksimalkan biaya pemeliharaan, biarpun berpengaruh dengan hasil panen. Sebagian besar petani terpaksa panen dini atau cabai masih hijau, agar tidak terlalu merugi.

cabai

“ Harga cabai tak sebanding dengan biaya perawatan seperti harga pupuk dan obat-obatan juga tenaga kerja. Harga cabai dari petani, hanya Rp3.000 per kg, sedangkan biaya penanaman dari awal hingga panen, per batang pohon mencapai Rp5.000. Satu batang pohon menghasilkan rata- rata satu kilo cabai,” jelas Petani Cabai lainnya bernama Siti.

Sebagian dari para petani, terpaksa panen dini saat cabai masih hijau agar tidak terlalu merugi. Petani berharap adanya campur tangan pihak pemerintah membantu menaikkan harga jual cabai sehingga petani tidak merugi.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini