Tren Belanja Online Naik 30%, Pelaku Usaha Banyak Jual Masker hingga Face Shield

Fadel Prayoga, Jurnalis · Rabu 24 Juni 2020 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 24 320 2235403 tren-belanja-online-naik-30-pelaku-usaha-banyak-jual-masker-hingga-face-shield-TRtEsXUBQ2.jpg Belanja Online. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah tengah mematangkan kebijakan tatanan baru atau new normal di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang masih melanda. Pola hidup masyarakat terhadap new normal pun harus mulai disesuaikan, seperti mengubah kebiasaan berbelanja tatap muka menjadi daring (online)

Vice President Public Policy & Goverment Relation Tokopedia Astri Wahyuni memprediksi, akan ada kenaikan belanja melalui online sebesar 30% pada masa new normal. Sebab, tak dapat dipungkiri bahwa pandemi akan mengubah kebiasaan masyarakat yang akan mengurangi interaksi langsung dengan orang lain.

Baca Juga: Fakta Menarik Harbolnas 2019, Cermati Nomor 5

"Berdasarkan riset GDP Venture ini terlihat 30% konsumen memilih akan lebih sering berbelanja online yang sebelumnya shopping di grocery store dan lainnya sampai akhirnya mengunjungi mal, itu nantinya sebagian dari mereka akan memilih platform online untuk berbelanja," kata Astri dalam diskusi virtual, Selasa (23/6/2020).

Dia berharap seluruh pelaku usaha melihat peluang itu untuk berinovasi dari yang biasa menjajakan barang dagangannya secara offline, kini harus diubah ke ranah daring.

Baca Juga: Harbolnas 2019, 7 Tips Transaksi Aman bagi si Pemburu Diskon!

"Kita juga bisa harus manfaatkan momentum ini untuk sama-sama mengajak dunia usaha bergabung ke platform online sehingga hubungan antara permintaan dan supply bisa terhubung dengan baik," kata dia.

Dia menjelaskan, pandemi ini banyak pebisnis yang mengalihkan usaha ke penjualan alat kesehatan seperti masker, face shield dan berbagai alat pelindung diri yang akan digunakan masyarakat saat beraktivitas.

Selain itu, lanjut dia, kini banyak perusahaan besar yang memanfaatkan platformnya untuk menjual produknya. Hal itu demi mempertahankan angka penjualan offline yang turun drastis akibat Covid-19.

"Brand besar yang besar yang akhirnya berhasil berkembang dan bertahan selama masa pandemi karena menggunakan ekosistem online," kata dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini