JAKARTA - Mata uang jaman dahulu mempunyai banyak bentuk. Dari hanya dalam bentuk kayu hingga logam.
Contohnya saja, uang kayu atau angka yang tercetak di atas keping kayu dan mewakili sebuah nilai moneter. Mulai digunakan pada 1931 ketika bank-bank di sebuah kota di negara bagian Washington kehabisan uang tunai di tengah Depresi Besar.
Baca juga: Uang Koin Rp1.000 Kelapa Sawit Dijual Rp100 Juta, BI Minta Masyarakat Hati-Hati
Mengutip VoA Indonesia, Jakarta, Rabu (24/6/2020), untuk mempertahankan perekonomian di Kota Tenino agar tetap berjalan, otoritas kota mencetak uang di atas kayu. Saat ini, mereka menggunakan mesin yang sama dengan yang digunakan pada 1930-an untuk mencetak uang yang dibagikan kepada warga yang mengalami kesulitan ekonomi karena pandemi virus corona.
Itu adalah salah satu transaksi pertama di kota kecil Tenino, Washington, untuk membantu penduduk dan pedagang lokal agar bisa melewati dampak pandemi virus corona pada perekonomian setempat. “Apa yang ingin dilakukan kota ini sebenarnya ingin memberikan sepuluh ribu dolar, tiga ratus dolar per keluarga yang memenuhi syarat untuk program itu," kata Presiden Masyarakat Sejarah South Thurston, Loren Ackerman.
Baca juga: Uang Coin Kelapa Sawit Ada yang Jual Rp100 Juta, BI: Nilainya Tetap Seribu
"Jadi, saya mencetak 400 uang kayu bernilai masing-masing dua puluh lima dolar, dan ini akan diberikan kepada keluarga-keluarga itu dan mereka dapat membelanjakannya untuk membayar tagihan. Mereka dapat membeli bahan makanan, membeli bahan bakar, apa pun yang mereka perlakukan,” paparnya.
Tempat-tempat usaha bisa menukarkan uang kayu itu dengan uang dolar yang sebenarnya di Balai Kota atau menjualnya di tempat lain. Beberapa pedagang mengatakan mereka telah ditawari nilai jual tiga kali nilai nominal oleh kolektor uang dari berbagai penjuru Amerika.
“Kami menghadapi kemerosotan ekonomi yang cukup signifikan. Maka kami mencoba mengatasinya sendiri untuk memacu perekonomian dan menyuntikkan modal kembali ke bisnis lokal dan membantu warga yang terkena dampak pandemi," kata Wali Kota Tenino Wayne Fournier.
Tenino, dengan populasi 1.800, berjarak sekitar 25 menit dengan kendaraan bermotor ke arah selatan dari ibu kota negara bagian, Olympia.
(Fakhri Rezy)