Sempat Dekati Rp17.000, Gubernur BI: Alhamdulilah Sekarang Sudah Menguat

Giri Hartomo, Jurnalis · Sabtu 27 Juni 2020 19:47 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 27 278 2237492 sempat-dekati-rp17-000-gubernur-bi-alhamdulilah-sekarang-sudah-menguat-GPXUeny6y8.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyebut nilai tukar rupiah sudah kembali stabil setelah sempat melemah karena pandemi virus corona. Saat ini nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.100 per USD.

Menurut Perry, nilai tukar rupiah memang sempat jatuh karena terpukul oleh pandemi virus corona. Bahkan saat itu, nilai tukar rupiah sempat mendekati angka Rp17.000 per USD.

"Alhamdulillah nilai tukar rupiah yang dulu di awal April pernah Rp16.200 alhamdulillah sekarang sudah menguat Rp14.100," ujarnya dalam diskusi virtual, Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga: Rupiah Belum Beranjak dari Level Rp14.100/USD

Penguatan nilai tukar rupiah ini tidak terlepas dari mulai masuknya aliran modal asing ke Indonesia. Hingga 25 Juni saja, aliran modal asing yang masuk sudah mencapai Rp17 triliun.

"Cadangan devisa juga akan naik insyallah akhir bulan ini juga akan naik kembali. Kami juga sudah melakukan kerjasama dengan bank sentral lain," jelasnya.

Menurut Perry, capaian ini juga tidak terlepas dari upaya stabilisasi yang terus dilakukan oleh Bank Indonesia. Seperti misalnya adalah penurunan suku bunga acuan yang pada tahun ini sudah dilakukan sebanyak 3 kali.

Baca Juga: Rupiah Melemah Lagi ke Level Rp14.175/USD

"Apa yang sudah kami lakukan semua kebijakan kami untuk pemulihan ekonomi nasional. Kami sudah menurunkan suku bunga tahun ini tiga kali, sejak tahun lalu, 1,75% tahun ini 0,75%," ucapnya.

Selain itu lanjut Perry, Bank Indonesia juga melakukan kebijakan Quantitative Easing (QE). QE merupakan kebijakan moneter non-konvensional yang dipakai bank sentral untuk mencegah penurunan suplai uang ketika kebijakan moneter standar mulai tidak efektif.

"Kami lakukan stabilisasi nilai tukar, kami stabilkan pasar uang. Kami melonggarkan pasar uang QE semua peratruran kami longarakan dan digitalisasi perbankan," jelasnya.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini