Restrukturisasi Kredit Diprediksi Tembus Rp2.500-Rp2.800 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 02 Juli 2020 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 02 320 2240242 restrukturisasi-kredit-diprediksi-tembus-rp2-500-rp2-800-triliun-38ZyYuJ09D.jpg Restrukturisasi Kredit (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut nilai restrukturisasi yang sudah dilakukan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mencapai Rp1.350 triliun. Namun baru sekitar 25% saja yang restrukturisasinya disetujui okeh perbankan

Ketua Umum Kadin Rosan P Roeslani mengatakan, perlu ada langkah percepatan yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mengingat, restrukturisasi ini sudah sangat mendesak untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Total yang meminta restrukturisasi kepada perbankan sudah di level Rp1.350 triliun lebih berarti ini capai 25% lending dari perbankan dan yang sudah disetujui restrukturisasinya itu mencapai Rp695 triliun lebih,” ujarnya dalam telekonferensi, Kamis (2/7/2020).

Baca Juga: Pengusaha: Kita Butuh Modal Kerja 

Menurut Rosan, jika tak ada langkah kongkrit dalam proses implementasinya angka ini akan terus berkembang. Mengingat pademi virus corona ini hingga saat ini masih belum berakhir.

“Kami pun sampaikan, kalau tidak ada langkah-langkah konkrit dan implementasi lambat, angka ini bisa berkembang sampai 40%-45% dari total lending perbankan saat ini di level Rp5.700 triliun pada bulan Desember ini. Jadi bisa sampai angka kurang lebih Rp2.500-Rp2.800 triliun pada akhir tahun,” jelasnya.

 

Baca Juga: Bertemu Bos OJK, Pengusaha Keluhkan Lambatnya Implementasi Stimulus Ekonomi 

Menurut Rosan, tekanan dunia usaha dan UMKM begitu besar. Oleh sebab itu perlu percepatan penyaluran stimulus yang sudah dijanjikan pemerintah.

“Karena kalau kita lihat terutama di sektor implementasi di pihak perbankan dan sektor pembiyaan lain, kami berikan masukan karena memang kalau kita lihat dari prosesnya ini inline dengan yang kami prediksi, dalam waktu relatif singkat, tekanan ke dunia usaha dan UMKM itu besar,” kata Rosan

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini