Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Uji Kelayakan Calon Deputi BI, Juda Agung Beberkan Strategi Penyelamatan Ekonomi

Rina Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 07 Juli 2020 |12:55 WIB
   Uji Kelayakan Calon Deputi BI, Juda Agung Beberkan Strategi Penyelamatan Ekonomi
Calon Deputi Gubernur BI (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI saat ini tengah melakukan rangkaian uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) kepada tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia pada hari ini dan esok hari.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajukan tiga calon tersebut antara lain Aida S. Budiman, Doni Primanto Joewono, dan Juda Agung.

Baca Juga: Yuk Intip Rekam Jejak 3 Calon Deputi Gubernur BI Pilihan Jokowi 

Saat ini, Juda Agung yang kini menjabat Asisten Gubernur dan juga Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial memiliki jurus pentingnya fase penyelamatan ekonomi di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi covid-19 maupun gejolak global yang sedang terjadi.

Menurutnya, ekonomi Indonesia harus bisa menerapkan 3 fase penyelamatan ekonomi.

“Penyelamatan ekonomi ini harus bertahap sesuai prioritas di mana tahun 2020 ialah fase penyelamatan sampai awal 2021 ini seperti manajemen krisis bertahan dari terhentinya kondisi ekonomi. Kunci penyelamatan fase pertama adalah bantuan sosial dan restrukturisasi kredit,” ujar Juda di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Baca Juga: Uji Kelayakan 3 Calon Deputi Gubernur BI Digelar, 5 Menit yang Menentukan 

Setelah itu pada fase kedua, Juda meyakini pada tahun 2021 telah memasuki fase pemulihan dengan terus mendorong akselerasi pemulihan ekonomi di antaranya mendorong permintaan, penyiapan ekonomi digital serta reaktifitas ekonomi. Juda sendiri optimis ekonomi Indonesia pada tahun 2021 dapat tumbuh pada level 6,71%.

"Untuk pemulihan ekonomi ini kuncinya sejauh mana efektivitas upaya kita menangani covid dan pemulihan ekonomi,"katanya

Dan terakhir fase ketiga ialah fase normalisasi kebijakan pada tahun 2022 hingga 2023 di mana penguatan kebijakan struktural harus terus dibangun agar dapat menjalankan ekonomi dalam era yang baru atau new normal.

"Jika bisa dilakukan ekonomi RI dapat tumbuh 5,35% pada 2022 serta 5,42% pada 2023," katanya.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement