Samsung Justru Cetak Laba Rp95 Triliun di Tengah Pandemi, Apa Strateginya?

Natasha Oktalia, Jurnalis · Selasa 07 Juli 2020 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 07 278 2242398 samsung-justru-cetak-laba-rp95-triliun-di-tengah-pandemi-apa-strateginya-DFV5KZyVYG.jpg Samsung Cetak Laba (Foto: Okezone)

JAKARTA - Perusahaan smartphone terbesar asal Korea Selatan, Samsung memperkirakan labanya akan meningkat 23%. Hal ini berarti perusahaan ini berhasil menahan dampak dari pandemi Covid-19. Kenaikan laba ini ditopang permintaan chip yang cukup kuat.

Samsung memperkirakan laba operasi mencapai 8,1 triliun won atau USD6,8 miliar (setara Rp95 triliun) dalam tiga bulan terakhir pada Juni 2020. Perkiraan tersebut mengalahkan prediksi Refinitiv yang menyebutkan laba Samsung akan turun 2%.

Baca Juga: Saham Amazon Tembus USD3.000, Nilai Perusahaan Milik Jeff Bezos Rp21.750 Triliun 

Namun, Samsung memperkirakan penjualan akan turun sekitar 7% menjadi 52 triliun won (USD43,6 miliar). Analis yang disurvei oleh Refinitiv memperkirakan penjualan mencapai 51,4 triliun won (USD43 miliar).

Lonjakan kenaikan laba Samsung sendiri berasal dari kenaikan dorongan pemesanan chip memori berkat Covid-19. Dampak Covid sendiri memaksakan orang untuk tetap di rumah, bermain game di rumah dan beraktivitas dari rumah.

Baca Juga: Bangga, 12 Ton Lidi Nipah Asal Babel 'Mejeng' di Nepal 

Samsung sendiri merupakan pemasok suku cadang utama seperti panel display dan chip untuk beberapa perusahaan smartphone lainnya seperti Apple dan Huawei, dan Samsung juga menjadi perusahaan teknologi pertama yang melaporkan pendapatannya pada kuartal tersebut.

Namun penjualan Samsung di unit elektronik terpukul. Penjualan smartphone pada kuartal kedua kemungkinan turun menjadi 55 juta unit, kata analis Daiwa SK Kim menulis dalam sebuah catatan bulan lalu. Itu akan menjadi penurunan lebih dari 27% dari periode yang sama tahun sebelumnya, menurut data dari perusahaan riset pasar IDC.

Analis mengatakan penjualan divisi elektronik yang meliputi penjualan ponsel pintar dan TV masih menguntungkan karena pembatasan pekerjaan dan lebih menghabiskan waktu di rumah.

(dni)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini