JAKARTA - Perusahaan smartphone terbesar asal Korea Selatan, Samsung memperkirakan labanya akan meningkat 23%. Hal ini berarti perusahaan ini berhasil menahan dampak dari pandemi Covid-19. Kenaikan laba ini ditopang permintaan chip yang cukup kuat.
Samsung memperkirakan laba operasi mencapai 8,1 triliun won atau USD6,8 miliar (setara Rp95 triliun) dalam tiga bulan terakhir pada Juni 2020. Perkiraan tersebut mengalahkan prediksi Refinitiv yang menyebutkan laba Samsung akan turun 2%.
Baca Juga: Saham Amazon Tembus USD3.000, Nilai Perusahaan Milik Jeff Bezos Rp21.750 Triliun
Namun, Samsung memperkirakan penjualan akan turun sekitar 7% menjadi 52 triliun won (USD43,6 miliar). Analis yang disurvei oleh Refinitiv memperkirakan penjualan mencapai 51,4 triliun won (USD43 miliar).
Lonjakan kenaikan laba Samsung sendiri berasal dari kenaikan dorongan pemesanan chip memori berkat Covid-19. Dampak Covid sendiri memaksakan orang untuk tetap di rumah, bermain game di rumah dan beraktivitas dari rumah.