Belanja Online Ternyata Tidak Ramah Lingkungan, Kok Bisa?

Natasha Oktalia, Jurnalis · Rabu 08 Juli 2020 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 320 2242992 belanja-online-ternyata-tidak-ramah-lingkungan-kok-bisa-6WbibfkVeV.jpg Belanja Online (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Pandemi covid-19 membuat masyarakat lebih gemar berbelanja online ketimbang datang langsung ke toko. Tapi siapa sangka, ternyata berbelanja online tidak ramah lingkungan.

Laporan Environmental Science & Technology mengungkap bahwa belanja online kurang ramah lingkungan dibandingkan belanja ke toko fisik.

Baca Juga: Cara Belanja Masyarakat Berubah Selama Covid-19, Lebih Senang Online

Pertama, saat belanja online konsumen cenderung hanya memilih beberapa barang saja, beda dengan belanja di supermarket konsumen pasti membeli keperluan dalam satu kali belanja saja. Gas emisi yang ditimbulkan dari proses pengiriman produk juga tidak baik untuk lingkungan.

Selain itu, pembelian online memang lebih banyak menghasilkan limbah plastik, karena barang yang dipesan akan di proses dengan sejumlah packaging menggunakan plastik berlipat-lipat.

"Ketika mereka berbelanja di toko, mereka mengagregasi pembelian ini dalam satu pembelian dalam jumlah besar," kata, Ahli bidang Ilmu Lingkungan di Universitas Radboud Belanda Sadegh Shahmohammadi dilansir dari CNN Business, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga: Tren Belanja Online Naik 30%, Pelaku Usaha Banyak Jual Masker hingga Face Shield

Salah satu penelitian yang sedang dilakukan adalah menganalisa jejak karbon dari pengiriman jarak jauh produk tersebut. Penelitian dilakukan kepada tiga jenis saluran usaha di antaranya toko fisik, toko online dan pemain murni (penjual yang benar-benar online).

Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa total jejak gas rumah kaca per item yang dihasilkan dari belanja online lebih tinggi daripada pembelian melalui toko fisik.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini