Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hobi yang Berujung Jadi Eksportir, Pria Ini Ekspor Ikan Cupang hingga Dubai

Erwin Syah Putra Nasution , Jurnalis-Senin, 20 Juli 2020 |14:03 WIB
Hobi yang Berujung Jadi Eksportir, Pria Ini Ekspor Ikan Cupang hingga Dubai
Ikan Cupang (Foto: AP)
A
A
A

LANGKAT - Budidaya ikan cupang hias kini semakin diminati warga Sumatera Utara. Selain karena hobi, pasar ekspor untuk cupang hias juga kian terbuka.

Hendrik Nasution adalah warga Pasar Lima Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat yang membudidayakan ikan cupang hias sejak tahun 2011. Berawal dari hobi, memelihara ikan laga atau ikan cupang kini dia berhasil menembus pasar ekspor.

Baca Juga: 4 Tips Memulai Bisnis Frozen Food, Jangan Lupa Promosi

Selain membudidayakan ikan cupang hias di ember dan stoples, dia juga membudidayakan ikan hias di enam kolam ikan di belakang rumahnya. Ikan cupang hias hasil budi daya Hendrik telah berulang kali di ekspor keluar negeri seperti ke Malaysia dan Singapura.

Bahkan dua pekan lalu dia mengirimkan permintaan beberapa ekor ikan cupang hias ke Dubai Uni Emirat Arab dengan harga Rp3 juta per ekornya. Sementara permintaan ikan cupang hias di tingkat domestik juga semakin meningkat.

cupang

Menurut Hendrik Nasution, setiap bulan rata rata permintaan ikan cupang hias mencapai 1.000 hingga 5.000 ekor. Di tengah pandemi covid-19, permintaan ikan cupang hias miliknya justru meningkat.

Hal ini dikarenakan banyaknya warga yang harus berdiam diri rumah dan mencari hobi baru untuk mengisi waktu luang. Setiap kali panen, dia bisa menghasilkan 400 hingga 1.000 ekor ikan cupang hias.

Dari jumlah tersebut, kemudian dia pilah-pilah untuk memilih ikan cupang hias kualitas premium dan medium dan ikan cupang biasa. Saat ini ikan cupang hias yang paling mahal dan paling banyak diburu adalah jenis ikan cupang hias multi warna dan ikan cupang hias koi.

(Kurniasih Miftakhul Jannah)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement