Perdagangan Indonesia-Singapura Anjlok hingga 11,6% Selama Corona

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 320 2250369 perdagangan-indonesia-singapura-anjlok-hingga-11-6-selama-corona-xGJpfQCKYe.jpg Ekspor-Impor di Pelabuhan. (Foto: Okezone.com/Pelindo III)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto mengungkapkan bahwa selama pandemi Covid-19 perdagangan Indonesia dengan Singapura mengalami penurunan. Berdasarkan data yang ada, selama periode Januari-Mei, perdagangan dengan Singapura turun sebesar 11,6%.

" Akibat Covid-19 dari segi ekspor turun 7%, sedangkan impor turun 20%," kata Agus di Jakarta, Rabu, (22/7/2020)

Adapun rincian produk yang turun, perhiasan 69,2%, manufaktur 11,6%, peralatan kantor 55,5% produk semen 15,8% dan lainnya.

Baca Juga: Covid-19 Ubah Pola Perdagangan, Tidak Bisa Tergantung Cara Konvensional

"Penurunan permintaan barang memang sangat drastis saat pandemi" terangnya.

Meski adanya penurunan permintaan, ada beberapa sektoryang malah tumbuh saat pandemi. Produk tersebut seperti makanan dan minuman olahan, alat kesehatan dan produk pertanian, perikanan dan agroindustri. Sementara, sedang pulih saat ini, seperti automotif, elektronik dan besi baja.

"Selain itu, ada produk baru yang tumbuh secara signifikan selama pademi yaitu produk farmasi," ungkapnya.

Baca Juga: 3 Aturan Pelaksana IA-CEPA, Ekspor ke Australia Bebas Bea Masuk

Sebagai informasi, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat Penanaman Modal Asing (PMA) dari Singapura masih mendominasi di Indonesia. Investasi dari Singapura sebesar USD2 miliar atau 28,8% dari total PMA.

Singapura sendiri baru saja masuk ke dalam resesi ekonomi. Bahkan ekonomi Singapura mengalami kontraksi hingga 41,2% pada April-Juni 2020.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini