Tantangan Baru Perdagangan Global di Era Covid-19, Konsumen Ingin Produk Bersih

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 22 Juli 2020 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 320 2250460 tantangan-baru-perdagangan-global-di-era-covid-19-konsumen-ingin-produk-bersih-lCfGVf6e9G.jpg Virus Corona (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 turut menimbulkan adanya tantangan dalam perdagangan global. Tantangan tersebut dimulai dari adanya perubahan perilaku hingga perundingan kerja sama perdagangan antar negara.

Baca Juga: Pengakuan Sri Mulyani soal Utang Pemerintah Naik Rp693,9 Triliun 

Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto mengatakan, yang paling terlihat dampaknya adalah terjadinya perubahan perilaku konsumen pada pola perdagangan.

"Konsumen menjadi selektif dalam membeli barang dan memprioritaskan keamanan serta higienitas suatu produk. Pola perdagangan juga bergeser karena pandemi dan berkembangnya digital trade dari konvensional ke e-commerce," ujar Agus dalam webinar, Rabu (22/7/2020).

Baca Juga: Perdagangan Indonesia-Singapura Anjlok hingga 11,6% Selama Corona 

Agus menambahkan, banyak negara juga yang saat ini melakukan hambatan perdagangan dengan alasan melindungi industri dalam negeri dan konsumennya.

"Beberapa kebijakan seperti anti-dumping, subsidy, safeguards seperti Uni Eropa, AS dan Brazil," ucapnya.

Agus mengatakan, kerja sama perdagangan antara negara di dunia di masa pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan perundingan kerja sama perdagangan menjadi sulit diselesaikan.

"Potensi defisit dan resesi ekonomi sebagai akibat sulitnya transaksi perdagangan karena menerapkan lockdown dan PSBB di Indonesia menyebabkan terjadinya defisit," kata Agus.

Selain itu, perang dagang AS-China juga memberikan sumbangan terhadap penurunan perdagangan dunia. Gesekan antara Uni Eropa-Amerika Serikat yang memprotes Turki terkait peralihan Hagia Sophia dari museum menjadi masjid juga memungkinkan dapat mempengaruhi perdagangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini