Keren, Ada Kereta Tanpa Masinis Pertama Indonesia di Bandara Soetta

Feby Novalius, Jurnalis · Kamis 23 Juli 2020 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 23 320 2250740 keren-ada-kereta-tanpa-masinis-pertama-indonesia-di-bandara-soetta-Bo2ricDuNI.jpg Uji Coba Kereta Tanpa Masinis. (Foto: Okezone.com/LEN)

JAKARTA - PT Len Industri (Persero) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan uji coba kereta tanpa masinis di Bandara Soekarno-Hatta.

Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material BPPT Eniya Listiani Dewi didampingi Direktur Operasi I PT Len Industri (Persero) Linus Andor M Sijabat menjajal sistem driverless pada skytrain atau (Automatic People Mover System/APMS) Bandara Soekarno-Hatta dalam rangka kegiatan akhir audit teknologi (Communication-Based Train Control/ CBTC).

Baca Juga: Organda Senang SIKM ke Jakarta Dihapuskan

Sistem CBTC memungkinkan APMS Kalayang akan menjadi moda transportasi kereta full driverless (tanpa masinis) pertama di Indonesia yang dapat memberikan keamanan, kenyamanan, dan keandalan bagi para penumpang di bandara.

Eniya meninjau ruang OCC (Operation Control Center) untuk memantau uji ketahanan (endurance test) operasi driverless APMS Kalayang yang sedang menjalankan empat train set kalayang secara otomatis dari terminal T1 ke terminal T3 dan sebaliknya secara looping terus menerus dan melihat peralatan trackside CBTC di ER (Equipment Room).

Baca Juga: Tak Hanya Bogor, Bus Gratis Disiapkan di Beberapa Stasiun Ini

“Tim BPPT membantu audit dari sistem perkeretaapian di kalayang ini. Kita sudah melihat performa, sistem, dan seluruh aspek. Selama 14 bulan, kita cek dan kali ini kita sudah memastikan semua bergerak dengan baik. Beberapa waktu yang lalu saya dilapori tim yang menguji, ada beberapa prosedur yang perlu diperbaiki, terus sudah ditangani dengan baik. Dan kali ini sudah clear semua, sehingga kita bisa mengeluarkan rekomendasi teknis dari BPPT,” jelas Eniya, dalam keterangannya, Kamis (23/7/2020).

Eniya berharap agar sistem ATO (Automatic Train Operation) dan ATP (Automatic Train Protection) Len bisa diterapkan di semua lintasan perkeretaapian. Ia juga berharap Indonesia bisa lebih maju karena semua sudah bisa di-handle oleh tenaga lokal di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Operasi I PT Len Industri (Persero) Linus Andor M Sijabat menyatakan, setelah audit ini mendapatkan rekomendasi dari BPPT, selanjutnya akan dilanjutkan sertifikasi dari Kementerian Perhubungan.

“APMS Kalayang Bandara Soekarno Hatta akan menjadi moda kereta full driverless pertama di Indonesia yang memberikan keamanan, kenyamanan, dan keandalan bagi para penumpang di bandara.

Sebenarnya kereta ini sudah beroperasi sejak September 2017, tapi belum driverless. APMS Kalayang digunakan oleh rata-rata 20.000-25.000 penumpang per hari di empat terminal Bandara Internasional Soekarno Hatta. Kini, pengoperasian dan pemeliharaan APMS Kalayang dilakukan oleh PT Len Industri. (feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini