Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mau Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Corona China? Simak Syaratnya

Rina Anggraeni , Jurnalis-Selasa, 28 Juli 2020 |14:39 WIB
Mau Jadi Relawan Uji Klinis Vaksin Corona China? Simak Syaratnya
Dicari Relawan untuk Uji Klinis Vaksin Virus Corona. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Indonesia memasuki tahap uji klinis vaksin corona. Di mana hal tersebut dikerjakan oleh PT Bio Farma (Persero), Universitas Padjajaran (Unpad) dan perusahaan asal China, Sinovac.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, ada beberapa persyaratan bagi yang mau mengikuti uji klinis. Di antaranya, orang dewasa sehat, berusia 18 hingga 59 tahun. Tidak sedang mengikuti uji klinis lain dan tidak pernah memiliki riwayat terinfeksi virus corona.

Baca Juga: Dicari Relawan untuk Uji Klinis Vaksin Corona

"Kalau mau jadi relawan dinyatakan bahwa yang bisa ikut ini adalah orang dewasa sehat usia 18-59 tahun, kemudian tidak ikut dalam uji klinis lainnya.Tidak pernah memiliki riwayat infeksi Corona selama ini, baik lewat rapid test dan test swab. Kemudian saya juga tidak ada penyakit lainnya," jelas Arya di Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Dia melanjutkan, relawan akan diambil sampel darahnya. Setelah 14 hari, relawan akan diberikan vaksin. Selang 14 hari, relawan akan diberikan vaksin kembali.

"Jadi ada empat kunjungan penelitian yang akan dilakukan terhadap saya. Ini dilakukan supaya apa yang menjadi sebuah tantangan kita, bagaimana vaksin ini bisa dijadikan vaksin untuk menghadapi corona," jelasnya.

Baca Juga: Vaksin Corona Made in China Sudah Uji Klinis, Kapan Mau Disuntik?

Sebagai informasi, Bio Farma menargetkan uji klinis dimulai pada Agustus mendatang dan diperkirakan memakan waktu enam bulan. Jika uji klinis berjalan lancar, induk perusahaan BUMN sektor farmasi ini menargetkan dapat memproduksi vaksin pada kuartal I-2021.

(Feby Novalius)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement