8 Fakta Harga Emas Rp1 Juta/Gram, Sabar Jangan Beli Dulu

Feby Novalius, Jurnalis · Minggu 02 Agustus 2020 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 31 320 2254993 8-fakta-harga-emas-rp1-juta-gram-sabar-jangan-beli-dulu-W8zgADC0qa.jpg Tips Investasi Emas. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Harga emas PT Aneka Tambang tembus Rp1 juta per gram atau menyentuh lebel tertinggi. Emas pun dianggap sebagai aset paling aman di tengah virus corona.

Naiknya harga emas pun membuat gairah investasi meningkat. Namun apakah tepat investasi sekarang atau tidak? Okezone merangkum fakta-fakta penjualan emas, Minggu (2/8/2020):

1. Faktor Naiknya Harga Emas

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, masalah-masalah yang terjadi secara global, sehingga membuat harga emas naik. Pertama, kasus kasus Covid-19 yang terjadi di Amerika Serikat terus melonjak. Hingga kini angkanya sudah lebih dari 4 juta kasus.

"Diprediksi, pemerintah AS akan menutup kembali perekonomiannya atau lockdown, di wilayah yang paling terdampak " kata Ibrahim.

2. Bukan Waktu yang Tepat Invesasi Emas

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan bahwa saat ini belum waktunya bagi masyarakat yang memiliki emas untuk menjualnya.

Pasalnya, harga emas diprediksi akan terus naik hingga pekan depan. Hal tersebut didasari atas kurang kondusifnya kondisi Amerika Serikat hingga konflik di perbatasan India dan China.

"Situasi tersebut, diprediksi akan terjadi hingga pekan depan," katanya.

3. Plus Investasi Emas

Keuntungannya, pertama nilainya bertumbuh kalau kita baca grafik perlahan-lahan akan bertumbuh terus naik dia nilainya. Keuntungan lainnya, mudah dijual. Karena memiliki logam mulia bisa dijual di mana pun dan kapan pun ketika butuh uang cash.

Emas atau logam mulia bisa juga digunakan sebagai dana darurat. Sebagai contohnya, ketika sedang traveling dan lupa membawa uang cash namun membawa logam mulia, maka bisa dijual di mana pun.

3. Minus Investasi Emas

Namun karena barangnya kecil harus berhati-hati. Karena kekurangannya mudah hilang atau terselip.

Selain itu, emas batangan atau logam mulia juga harus dijaga benar-benar. Apalagi bagi mereka yang menyimpan logam mulianya di rumah pribadi.

4. Harga Emas Diprediksi Terus Naik hingga Agustus

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, harga emas saat ini sudah melewati level USD1.880 per ounce. Pada pekan depan diperkirakan harga emas dunia bisa mencapai level USD2000 per ounce.

"Bisa saja hari Jumat bisa tembus USD1.990 per ounce di Minggu berikutnya di level USD2.000 per ounce. Setelah stimulus selesai emas akan terkoreksi. Saya perkirakan akan mencapai puncaknya di bulan Agustus di Minggu pertama," ujarnya.

5. Permintaan Meningkat

Menurut Perencana Keuangan Andi Nugroho, kenaikan harga emas ini juga ditengarai semakin banyak masyarakat yang berinvestasi emas. Apalagi, di tengah pandemi yang membutuhkan investasi aman yang siap dicairkan kapanpun dibutuhkan.

"Jadi semakin tinggi permintaan makin banyak produknya yang dijual dengan harga mahal," jelasnya.

Apalagi, lanjut Andi, saat ini investasi emas sudah semakin mudah dan banyak pilihannya. Bahkan kini dengan uang Rp10.000 sudah bisa mulai belajar investasi emas.

6. Penjualan Emas Meningkat

Kenaikan harga tersebut pun berdampak pada PT Pegadaian (Persero) Direktur Pemasaran dan Pengembangan Produk Pegadaian Harianto Widodo mengatakan, naiknya harga emas berdampak pada bisnis perseroan. Kini banyak masyarakat menjual emas.

"Memang kita lihat banyak yang menjual emas saat ini," ujar Harianto.

Meski begitu, Harianto mengungkapkan, saat ini menabung emas juga tengah tren di masyarakat. Sehingga, membuat nasabah tabungan emas juga ikut alami kenaikan.

7. Tahan, Jangan Investasi Dulu

Bagi pemula atau yang baru membeli emas, ada baiknya untuk menahan. Karena harga emas saat ini sudah terlalu tinggi dan akan segera turun dalam beberapa waktu ke depan.

“Kalau untuk pemula orang yang suka mengoleksi logam mulia kalau bisa ini happy happy dulu lihatin dulu karena harga sudah terlalu tinggi,” kata Ibrahim.

Menurut Ibrahim, jika memang kebelet untuk membeli emas saat ini diperkirakan akan rugi . Bahkan dirinya memperkirakan jika memiliki uang Rp10 juta, ketika membeli emas pada kondisi saat ini akan mengalami kerugian hingga Rp4 juta.

8. Penurunan Pembelian Emas

Penjualan emas jenis perhiasan mengalami penurunan selama pandemi virus corona melanda Indonesia. Terhitung emas seperti kalung, cincin dan gelang mengalami penurunan sebayak 50%.

"Banyak yang jual emas kembali dalam sebulan ini," kata salah satu pedagang emas Sri kepada Okezone.

Menurut dia, fenomena penjualan perhiasan emas lantaran masyarakat memilih menyimpan uang untuk biaya kesehatan di tengah pandemi yang tak jelas akan berakhir kapan. (feb)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini