Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ketika Negeri Sakura Jepang Alami Resesi, Ekonominya Minus 27,8%

Safira Fitri , Jurnalis-Selasa, 18 Agustus 2020 |06:34 WIB
   Ketika Negeri Sakura Jepang Alami Resesi, Ekonominya Minus 27,8%
Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Ekonomi Jepang menyusut 7,8% pada kuartal II 2020 (Quartal to Quartal/QtQ). Sedangkan secara tahunan, ekonomi Jepang minus 27,8% (year on year/yoy).

Kontraksi terbesar yang dialami Jepang ini disebabkan karena pandemi virus corona yang menurunkan daya beli serta menghancurkan bisnis, sehingga membuat resesi negara tersebut semakin dalam.

Konsumsi swasta yang menyumbang lebih dari setengah ekonomi Jepang, turun 8,2% untuk kuartal tersebut, lebih besar dari perkiraan analis penurunan 7,1%. Belanja modal turun 1,5% pada kuartal kedua, kurang dari perkiraan pasar median untuk penurunan 4,2%.

Ekonomi 

Jepang sendiri telah mengerahkan stimulus fiskal dan moneter besar-besaran untuk meredam pukulan dari pandemi, yang melanda ekonomi terhuyung-huyung dari kenaikan pajak penjualan tahun lalu dan perang perdagangan AS-China.

Sementara ekonomi telah dibuka kembali setelah pemerintah mencabut langkah-langkah darurat pada akhir Mei. Namun, atas kembali naiknya jumlah kasus infeksi covid-19, menyebabkan kekhawatiran mengaburkan prospek bisnis dan pengeluaran rumah tangga.

Baca Selengkapnya: Ekonomi Minus 27,8%, Resesi Jepang Makin Parah

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement