BACA JUGA : Dorong Perekonomian di Q3, Menkeu Minta PEN Harus Cepat Direalisasikan
Setiap desa didorong agar menemukan dan mengembangkan produk unggulan yang mempunyai ciri khas, yang berbeda dengan karakteristik produk dari desa lain.
“BNI berkomitmen mendukung program ini dengan mendorong produk unggulan dari desa-desa agar mampu bersaing di tingkat global. Komitmen ini diwujudkan BNI dari pendampingan bagi masyarakat desa dalam penentuan produk unggulan, fasilitasi produksi menggunakan bantuan permodalan, hingga perluasan akses pasar, baik melalui online marketing maupun pasar ekspor dengan bantuan kantor cabang luar negeri BNI,” jelas Direktur Bisnis dan UMKM BNI Tambok P. Setyawati, Senin (24/8/2020).
Dilansir laman resmi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menanggapi isu nasional tentang perekonomian dan UMKM di masa pandemi Covid-19, di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar, Bali, pemerintah bersama Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) berfokus pada strategi meningkatkan poin tersebut melalui penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) secara kluster OVOP, sehingga ekosistem desa dapat bahu-membahu untuk menghasilkan produk yang memiliki keunikan.
Pemilihan Bali sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan didasari kompleksnya ekosistem perekonomian di provinsi tersebut. Bali, atau dikenal sebagai “Pulau Dewata”, merupakan cerminan heterogenitasnya sektor UMKM di Nusantara. Selain perniagaan, pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan industri, ekonomi kreatif dan pariwisata menjadi tulang punggung di daerah tersebut.
BACA JUGA : Pelaku Usaha Diberi Rp2,4 Juta, Jokowi Luncurkan Program Banpres Produktif Usaha Mikro