Sementara itu, untuk nilai aset bersih per saham pada 30 Juni 2020 tercatat sebesar Rp3.773, atau meningkat 3% dari nilai aset bersih per saham pada 31 Desember 2019.
Lalu, kas bersih perseroan yang tidak termasuk anak perusahaan jasa keuangan Grup Astra mencapai Rp1,4 triliun pada 30 Juni 2020 dibandingkan utang bersih sebesar Rp2,2 triliun pada akhir tahun 2019. Untuk utang bersih anak perusahaan jasa keuangan Grup Astra tercatat meningkat dari Rp45,8 triliun pada akhir tahun 2019, menjadi Rp46,4 triliun pada 30 Juni 2020.
Tira menjelaskan, secara umum laba bersih dari semua divisi bisnis Grup Astra lebih rendah pada semester I-2020 dibandingkan dari periode sama tahun lalu, kecuali dari divisi agribisnis. Divisi otomotif mengalami tekanan paling besar akibat pandemi, terlihat dari kontribusi laba bersih yang signifikan.
"Hingga saat ini bisnis otomotif dan jasa keuangan yang terkait otomotif menyumbang 50% dari total laba bersih konsolidasian Astra," ucapnya.
(Dani Jumadil Akhir)