JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) memproyeksikan angka penjualan produk otomotif masih akan mengalami tren negatif hingga akhir tahun 2020. Meskipun relaksasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) telah dilakukan, perseroan tetap siaga menghadapi penurunan penjualan mobil dan motor.
"Market mobil dan motor memang masih akan turun sampai akhir tahun ini, walaupun kita sudah melihat setelah pelonggaran PSBB secara tren penjualan meningkat," ujar Head of Corporate Investor Relations Astra International, Tira Ardianti dalam video conference, Selasa (25/8/2020).
Tira menambahkan, kondisi divisi otomotif terparah terjadi pada kuartal II-2020, di mana angka penjualan mobil anjlok hingga 90% dibanding dan motor menurun sampai 80% dari kuartal I-2020.
Baca Juga: Laba Astra International Turun 44% Jadi Rp5,5 Triliun
Walaupun sempat mengalami penurunan tajam, penjualan di divisi otomotif Astra mulai melihatkan peningkatan pada semester II-2020, seperti pada penjualan mobil yang mencapai 10.140 unit pada Juli 2020.
"Juli sudah mulai ada peningkatan. Namun sampai dengan sisa tahun menurut kami angkanya masih di bawah penjualan normal bulanan sebelum Covid-19," kata dia.
Baca Juga: Astra Pangkas Belanja Modal hingga 50% akibat Pandemi Covid-19
Dia menjelaskan, Astra tetap berpegang pada target penjualan realistis hingga akhir tahun 2020, yakni 600.000 unit untuk penjualan mobil dan 3,9 juta untuk penjualan motor.
"Sampai dengan akhir tahun diprediksi marketnya masih turun sekitar 40% sampai 45% untuk mobil di 600.000 unit dan sepeda motor 3,6 sampai 3,9 juta unit," ucapnya.
(Dani Jumadil Akhir)