JAKARTA - Pandemi Covid-19 turut mempengaruhi penjualan semen nasional. Hingga Semester I-2020 demand growth penjualan semen turun sampai dengan -7,7%.
Direktur Marketing & Supply Chain Semen Indonesia Adi Munandir mengatakan, lesunya penjualan semen juga diakibatkan tertundanya proyek infrastruktur yang dilakukan pemerintah akibat pandemi saat ini.
"Kalau kita lihat dari total penjualan semen yang terdiri dari semen deck dan bald, penurunan terbesar ada di segmen bald karena adanya perlambatan atau penjadwalan ulang atas proyek infrastruktur yang diinisiasi oleh pemerintah," ujar Adi dalam Public Expose Live, Rabu (26/8/2020).
Baca Juga: Sempat Jadi Perusahaan Terbesar Dunia, Kini Exxon 'Ditendang' dari Dow Jones
Adi menambahkan, penjualan semen pada segmen ritel penurunannya tidak sedalam dari segmen infrastruktur. Penguatan penjualan semen di segmen ritel pada periode pandemi ini masih memiliki kekuatan terutama untuk segmen pelanggan terkait dengan pasar renovasi.
"Jadi, kita mengoptimalisasi kegiatan penjualan kita untuk bisa memanfaatkan segmen pasar yang baru. Kita melakukan pengembangan produk dan channel baru untuk pasar tersebut melalui pengembangan channel digital," kata dia.
Sementara itu untuk infrastruktur, dia menyampaikan, dari speending yang ada, alokasi anggaran selain untuk proyek infrastruktur yang ada dan harus tetap berjalan, ada juga alokasi yang masih cukup besar untuk sektor perumahan dalam rangka menyelesaikan permasalahan tertentu.
"Kami juga mengantisipasi atas existing demand antara lain dengan pengembangan produk seperti pengembangan material dan juga produk perumahan," ucapnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.