Utang Pemerintah Bengkak Lagi Jadi Rp5.435 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 27 Agustus 2020 20:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 27 320 2268657 utang-pemerintah-bengkak-lagi-jadi-rp5-435-triliun-s9mq6DlDCe.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang Pemerintah per akhir Juli 2020 berada di angka Rp5.434,86 triliun atau Rp5.435 triliun. Di mana, rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 33,63%.

Sebelumnya, posisi utang pemerintah per akhir Juni 2020 meningkat menjadi Rp5.264,07 triliun. Utang tersebut bertambah Rp484,8 triliun dari posisi akhir 2019 Rp4.779 triliun seiring kebutuhan dana untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19.

Secara nominal, posisi utang Pemerintah Pusat mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh peningkatan kebutuhan pembiayaan untuk menangani masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional akibat Covid-19.

"Meskipun terdapat peningkatan defisit dan rasio utang terhadap PDB, hal ini tak menyurutkan kabar baik dari sisi peringkat kredit Indonesia," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang dikutip APBN Kita, Kamis (27/8/2020).

Sebagai informasi, secara rinci lagi, utang pemerintah yang berasal dari pinjaman berasal dari dalam negeri sebesar Rp10,53 triliun dan luar negeri sebesar Rp828,07 triliun. Khusus pinjaman luar negeri, terdiri dari bilateral Rp318,24 triliun, multilateral Rp465,03 triliun, commercial bank Rp44,80 triliun, dan suppliers nihil.

Sementara yang berasal dari SBN sebesar Rp4.596,26 triliun, terdiri dari SBN domestik sebesar Rp3.351,13 triliun dan SBN dalam bentuk valas sebesar Rp1.245,13 triliun.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini