5 Fakta Pertamina Rugi Rp11 Triliun, Ahok Dihujat Netizen

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Sabtu 29 Agustus 2020 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 28 320 2268957 5-fakta-pertamina-rugi-rp11-triliun-ahok-dihujat-netizen-A8dRMHVyl6.jpg Pertamina (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengalami kerugian USD761,23 juta atau setara Rp11,1 triliun (kurs USD14.666) pada semester I-2020. Perseroan mencatat laba tahunan berjalan sebesar USD746,68 atau setara Rp10,94 triliun.

Sementara total penjualan dan pendapatan usaha Pertamina sebesar USD20,4 atau sebesar Rp299,2 triliun atau turun dibandingkan semester I-2019 sebesar USD25,5 miliar. Demikian dikutip dari laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (tidak diaudit) untuk tahun yang berakhir pada 30 Juni 2020.

Penurunan penjualan dan pendapatan terjadi pada penjualan dalam negeri seperti minyak mentah, gas bumi, energi panas bumi dan produk minyak pengganti biaya subsidi dari pemerintah, turun dari USD20,9 miliar (2019) menjadi USD16,5 miliar. Kemudian imbalan jasa pemasaran USD479 juta (2019) turun jadi USD414 juta pada semester I-2020.

Baca juga: Dihujat Netizen soal Pertamina Rugi Rp11 Triliun, Ahok: Dirut Enggak Laporan

Berikut adalah fakta mengenai kerugian Pertamina yang dirangkum Okezone, Sabtu (29/8/2020).

1. Penyebab Kerugian

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan sepanjang semester I-2020 Pertamina menghadapi triple shock yakni penurunan harga minyak mentah dunia, penurunan konsumsi BBM di dalam negeri serta pergerakan nilai tukar dolar yang berdampak pada rupiah sehingga terjadi selisih kurs yang cukup signifikan.

“Pandemi COVID-19, dampaknya sangat signifikan bagi Pertamina. Dengan penurunan demand, depresiasi rupiah, dan juga crude price yang berfluktuasi yang sangat tajam membuat kinerja keuangan kita sangat terdampak,” ujarnya.

Baca juga: Pertamina Rugi Rp11,1 Triliun, Percakapan Ahok Merem Saja Untung Jadi Sorotan

2. Konsumsi BBM Turun

Menurut Fajriyah, penurunan demand tersebut terlihat pada konsumsi BBM secara nasional yang sampai Juni 2020 hanya sekitar 117 ribu kilo liter (KL) per hari atau turun 13% dibandingkan periode yang sama tahun 2019 yang tercatat 135 ribu KL per hari. Bahkan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa kota besar terjadi penurunan demand mencapai 50%-60%.

“Namun, Pertamina optimis sampai akhir tahun akan ada pergerakan positif sehingga diproyeksikan laba juga akan positif, mengingat perlahan harga minyak dunia sudah mulai naik dan juga konsumsi BBM baik industri maupun ritel juga semakin meningkat," ujar Fajriyah.

3. Trending di Twitter

Kerugian perseroan menjadi tranding topik di Twitter dengan #ahokpertaminarugi. Para netizen pun mempertanyakan kerugian tersebut.

"Ahok: Pertamina merem pasti untung, tapi harus diawasi. Media: Pertamina rugi 11,33 triliun. Kalau dirangkai kedua judul berita ini bakal gini gak? Karena tidak diawasi Ahok, Pertamina rugi 11,33 triliun," tulis Tweet @s*m*nj*nt*k, Selasa (25/8/2020).

4. Menteri ESDM Dicecar DPR

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif dimintai penjelasan dari sejumlah anggota Komisi VII DPR terkait dengan kerugian PT Pertamina (Persero) yang mencapai Rp11,13 triliun pada semester I-2020.

Pertanyaan itu dilontarkan Ratna Juwita Sari dari Fraksi PKB saat mengadakan rapat dengar pendapat (RDP) di gedung DPR/MPR pada Rabu, (26/8/2020).

Ratna menyebut, meskipun kerugian Pertamina di luar dari agenda RDP yang sudah dijadwalkan, namun hal itu penting untuk dijelaskan lagi secara langsung oleh Arifin Tasrif dalam rapat yang digelar secara terbuka tersebut.

5. Direktur Tak Melapor ke Ahok

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dihujat habis-habisan oleh netizen terkait kerugian Pertamina. Apalagi, Percakapan Ahok soal Pertamina untung tinggal merem menjadi perbincangan.

Namun Ahok menganggap nyinyiran netizen tersebut merupakan hal yang biasa saja, karena mereka tidak tahu apa yang terjadi sesungguhnya. Ia pun blak-blakan terkait apa yang sesungguhnya terjadi.

Menurut Ahok, Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati tidak melaporkan terkait kondisi kerugian yang diderita holding migas nasional itu kepada dewan pengawas. Padahal, Ahok telah meminta audit investigasi laporan keuangan sejak Januari 2020 lalu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini