JAKARTA - Pemimpin Samsung Group Lee Jae Yong kemungkinan besar akan kembali ke penjara. Jaksa Korea Selatan mendakwa Jay Y Lee atas beberapa tuduhan termasuk manipulasi harga saham untuk memperkuat kendali group.
Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul mengatakan dalam sebuah pengarahan bahwa ada 11 eksekutif dari Samsung termasuk Lee telah didakwa atas tuduhan termasuk transaksi ilegal, manipulasi saham, dan sumpah palsu. Meski demikian Lee dan para eksekutif didakwa tanpa penahanan.
Hal tersebut pun dibantah oleh Pengacara Samsung. Pengacara tersebut menyebut jika tuduhan hanya pernyataan sepihak.
Baca Juga: Samsung Justru Cetak Laba Rp95 Triliun di Tengah Pandemi, Apa Strateginya?
"Klaim sepihak oleh tim investigasi yang tidak didasarkan pada bukti dan hukum, dan sama sekali tidak benar," ujarnya mengutip CNN, Rabu (2/9/2020).
Pengadilan Tinggi Korea Selatan memerintahkan persidangan baru untuk Lee, sekaligus menyalakan kembali tuduhan penyuapan. Hal ini kembali meningkatkan kekhawatiran bahwa Lee dapat dikirim kembali ke penjara.
Jaksa penuntut mengatakan, merger Samsung C&T dan Cheil Industries pada 2015 dilakukan dengan cara yang diduga menguntungkan Lee. Sehingga memungkinkan Lee untuk mendapatkan kendali lebih besar pada Samsung Electronics.