Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Harga Emas Dunia Anjlok Imbas Kurangnya Stimulus Lanjutan ECB

Fakhri Rezy , Jurnalis-Sabtu, 12 September 2020 |09:12 WIB
Harga Emas Dunia Anjlok Imbas Kurangnya Stimulus Lanjutan ECB
Emas (Shutterstock)
A
A
A

NEW YORK - Harga emas dunia tergelincir pada perdagangan hari Jumat (11/9/2020) waktu setempat. Hal ini dikarenakan kurangnya stimulus lanjutan dari Bank Sentral Eropa dan Pemerintah AS.

Melansir CNBC, Jakarta, Sabtu (12/9/2020), harga emas di pasar spot turun turun 0,7% menjadi USD1.941,07 per ons walaupun dalam seminggu telah naik 0,4%. Emas berjangka AS turun 0,8% menjadi US1.947,90.

 Baca juga: Dolar AS Melemah, Harga Emas Naik ke USD1.945/Ounce

"Ada sedikit kekecewaan dengan ECB, karena ekspektasi bahwa kami akan melihat lebih banyak stimulus," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA.

Presiden ECB Christine Lagarde pada hari Kamis menahan diri untuk memberi isyarat bahwa bank akan memperluas stimulus. Sementara, Senat AS memblokir RUU Partai Republik untuk bantuan virus corona baru.

Baca juga: Harga Emas Kembali Berkilau Usai Alami Kejatuhan

“Kami sedang beralih ke jenis lingkungan pasca-Covid. Itu berarti kami tidak akan mengeluarkan stimulus yang sama, yang memberi sinyal ke pasar bahwa segala sesuatunya akan sedikit berbeda ke depannya, "kata Daniel Pavilonis, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Emas telah naik 28% tahun ini, didukung oleh stimulus besar-besaran oleh bank sentral global, dengan logam dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan penurunan nilai mata uang.

Baca juga: Harga Alami Tren Penurunan, Kilau Emas Makin Redup

Pavilonis mengatakan emas bisa menyentuh USD2.300 per ons pada akhir tahun karena ketidakpastian seputar pasar ekuitas, ekonomi, dan pemilihan AS November.

Di tempat lain, perak turun 0,8% menjadi USD26,70 per ons, sementara paladium naik 0,8% menjadi USD2.311,56.

Platinum bergerak datar di USD926,23, tetapi sedang menuju minggu terbaiknya sejak pekan yang berakhir 7 Agustus, naik 3,4%.

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement