Penyebab Rupiah Melemah, dari Laporan FinCEN Files hingga RUU BI

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 320 2281702 penyebab-rupiah-melemah-dari-laporan-fincen-files-hingga-ruu-bi-4Ffk62m34Q.jpg Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah. Banyak sentimen negatif yang terjadi akan mempengaruhi pergerakan Rupiah hari ini. Perkiraan pergerakan Rupiah hari ini Rp14.700 per USD-Rp14.950 per USD.

Dimulai dari skandal perbankan global, Wall Street yang kembali ambrol dan membuat dollar index menguat tajam 0,67% ke 93,546 yang merupakan level tertinggi dari 1 bulan terakhir, lonjakan kasus Covid-19 di Inggris, hingga rencana amandemen undang-undang Bank Indonesia. Demikian seperti dikutip dari laporan Treasury MNC Bank, Jakarta, Selasa (22/9/2020).

Skandal perbankan global muncul setelah FinCEN Files bocor ke publik. Dokumen itu berisi 2.500 lembar halaman, sebagian besar adalah file yang dikirim bank-bank ke otoritas Amerika Serikat antara tahun 1999-2017. Di dalam file tersebut terdapat skandal penggelapan dana hingga pengemplangan pajak lembaga keuangan besar dunia.

Baca Juga: Ditekan Dolar AS, Rupiah Melemah ke Rp14.752/USD

Terdapat penjelasan soal bagaimana beberapa bank terbesar di dunia mengizinkan kriminal mentransaksikan "uang kotor" ke seluruh dunia dan nilainya mencapai sekitar USD 2 triliun. Ada 5 bank besar yang disebut dalam file tersebut, HSBC, JPMorgan Chase, Deutsche Bank, Standard Chartered dan Bank of New York Mellon.

Skandal keuangan tersebut membuat Wall Street merosot tajam pada perdagangan semalam, hal ini tentunya mengirim sentimen negatif ke pasar Asia pagi ini.

Sentimen negatif juga datang dari Eropa, Inggris kabarnya akan kembali melakukan lockdown akibat pertambahan jumlah kasus Covid-19.

Sementara itu dari dalam negeri, rencana amandemen undang-undang Bank Indonesia masih menjadi sorotan. Aliran modal asing dilaporkan mulai keluar dari pasar obligasi Indonesia, yang tentunya bisa memberikan efek negatif ke pasar keuangan dalam negeri.

 Rupiah Menguat 40 Poin dari Dolar AS di Tengah Ancaman Korona

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini