3 Stimulus Seret, Skema Penyaluran Dana PEN Perlu Dirombak Total

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 22 September 2020 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 22 320 2281784 3-stimulus-seret-skema-penyaluran-dana-pen-perlu-dirombak-total-nv6xiq0Hab.jpg Rupiah (Foto: Okezone)

JAKARTA – Skema dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dinilai harus dirombak total agar penyerapannya tak seret. Pasalnya, bila tetap menggunakan desain yang sekarang, diproyeksikan serapan stimulus tersebut tak akan mencapai 100% hingga akhir tahun 2020.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira meminta kepada pemerintah agar segera merombak skema dana PEN. Salah satunya yaitu pada mata anggaran stimulus PPh 21, subsidi bunga UMKM dan bansos sembako. Ketiga item itu dalam hal serapan amat lamban.

“Ini harus dirombak total, karena ada banyak sekali stimulus, ada 3 item dari stimulus PEN itu yang pencairannya sangat lambat,” kata Bhima dalam acara Market Review di IDX Channel, Selasa (22/9/2020).

Baca Juga: RI Masuk Jurang Resesi, Sri Mulyani Prediksi Ekonomi Kuartal III Minus 2,9%

Menurut dia, realokasi dana PEN itu harus segera dilakukan oleh Pemerintah Indonesia. Sebab, bila tetap mempertahankan desain tersebut, maka akan sangat sulit untuk menyerap dana PEN hingga 100%.

“Jadi, ada masalah desain dari anggaran yang pencapaiannya tidak sampai target agar segera direalokasi,” ujarnya.

Seperti diketahui, realisasi anggaran PEN per 17 September 2020 sebesar Rp254,4 triliun atau 36,6% terhadap pagu anggaran PEN yang sebesar Rp.695,2 triliun. Jika dilihat per kelompok program, realisasinya, Kesehatan (Rp18,45 triliun atau 33,47%), Perlindungan Sosial (Rp134,4 triliun atau 57,49%), Sektoral K/L atau Pemda (Rp20,53 triliun atau 49,26%). Lalu, insentif Usaha (Rp22,23 triliun atau 18,43%), dan Dukungan UMKM (Rp58,74 triliun atau 41,34%).

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini