JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan menguat hari ini. Adapun indeks akan bergerak di kisaran 4.865-5.097.
Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan indikator, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI mulai menunjukkan sinyal negatif.
Baca juga: IHSG Berpotensi Menguat, Berikut 10 Menu Saham yang Direkomendasikan
"Meskipun demikian, terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi penguatan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke resistance terdekat," ujar Nafan dalam risetnya, Kamis (24/9/2020).
Berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 4.865,27 hingga 4.778,71. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 4.975,54 hingga 5.097,14.
Baca juga: Keputusan The Fed Bikin Kaget IHSG Hari Ini?
IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,33 persen ke 4.917, terdapat 142 saham menguat, 286 saham melemah dan 137 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp6,9 triliun dari 8,8 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut;
ASII
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level Rp4.580 – Rp4.630, dengan target harga secara bertahap di level Rp4.770, Rp5.075, Rp5.475 dan Rp6.100. Support: Rp4.450 & Rp4.000.
BBCA
Terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area Rp27.100 – Rp27.600, dengan target harga secara bertahap di level Rp27.775, Rp28.975, Rp30.500, Rp34.050 dan Rp37.600. Support: Rp26.950 & Rp26.100.
BBNI
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area Rp4.350 – Rp4.420, dengan target harga di level Rp4.650, Rp5.350, Rp6.025 dan Rp6.675. Support: Rp4.350 & Rp4.125.
BJTM
Terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level Rp500 – Rp520, dengan target harga secara bertahap di level Rp530, Rp590, Rp650 dan Rp710. Support: Rp500 & Rp470.
BWPT
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 90 – 93, dengan target harga secara bertahap di level Rp97, Rp102, Rp107, Rp120 dan Rp133. Support: Rp102, Rp97 & Rp92.
MEDC
Terlihat pola bullish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 370 – 380, dengan target harga secara bertahap di Rp400, Rp420, Rp444, Rp505, Rp560 dan Rp620. Support: Rp370 & Rp354.
PGAS
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 980 – 1010, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.040, Rp1.060, Rp1.260 dan Rp1.360. Support: Rp960.
SMRA
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 120 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level Rp530 – Rp540, dengan target harga secara bertahap di level Rp575, Rp655, Rp735 dan Rp845. Support: Rp515 & Rp496.
(Fakhri Rezy)