Dia juga menyebut, perusahaan percetakan di tengah pandemi menjadi amat sulit dan lesu sehingga perusahaan percetakan swasta pun mengalami kekurangan order. Akibatnya setiap kali ada pengadaan terkait percetakan semua perusahaan berebut di satu tender.
"Saya sampaikan PNRI ikutan juga bahkan kita mengikuti tender dengan profit 1% aja kalah. Kita evaluasi di internal coba kalau kita pakai 0% kita PAR aja kalah juga," ucapnya.
"Kita juga enggak berani dengan tender yang menghasilkan profit di bawah 3%, jika ada kesalahan sedikit saja di dalam produksi itu jatuhnya pasti akan langsung rugi," sambungnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.