Keuntungan Jadi Tuan Rumah ATPF, Titik Kebangkitan Ekonomi RI

Safira Fitri, Jurnalis · Kamis 01 Oktober 2020 11:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 01 320 2286648 keuntungan-jadi-tuan-rumah-atpf-titik-kebangkitan-ekonomi-ri-3YXUy8ladQ.jpg Indonesia Jadi Tuan Rumah Asian Trade Promotion Forum. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pertemuan tahunan ke-34 Asian Trade Promotion Forum (ATPF) CEO Meeting 2021. Penunjukan tersebut disampaikan langsung President Macao Trade and Investment Promotion Institute Lau Wai Meng.

Hal tersebut disampaikan pada gelaran tahunan ke-33 ATPF CEO Meeting 2020 yang berlangsung secara daring pada Kamis 24 September 2020. Keputusan tersebut pun telah mendapatkan persetujuan dari Sekretariat ATPF, yaitu Japan External Trade Organizaton (JETRO) Jepang.

"Menjadi tuan rumah dalam forum ini merupakan kesempatan besar bagi Indonesia untuk lebih memperkenalkan produk dan budaya Indonesia di wilayah Asia dan diharapkan menjadi titik tumpu kebangkitan ekonomi Indonesia pasca mewabahnya Covid-19," tulis Instagram Kementerian Perdagangan, Kais (1/10/2020).

Baca Juga: 4 Jurus Maut Mendag Hadapi Covid-19

Selain itu, melalui penyelenggaraan forum ini di Indonesia, dapat meningkatkan kerja sama di bidang pengembangan ekspor dengan anggota ATPF lainnya,” ungkap Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Kasan.

Untuk diketahui, ATPF yang diikuti oleh 23 negara di wilayah Asia memiliki peranan penting dalam mendukung terciptanya kerja sama promosi perdagangan di antara Trade Promotion Office (TPO).

Baca Juga: Tantangan Baru Perdagangan Global di Era Covid-19, Konsumen Ingin Produk Bersih

Pasalnya, ATPF bertujuan meningkatkan perdagangan anggota ATPF melalui pertukaran informasi, implementasi proyek proyek kerja sama, dan memperkuat jaringan di antara anggota ATPF.

 Adapun kegiatan utama ATPF yaitu Pertemuan CEO (CEO Meeting) dan Pertemuan Kelompok Kerja (Working Level Meeting) yang diselenggarakan setahun sekali. Program lainnya yang diselenggarakan secara aktif anggota ATPF yaitu peningkatan kapasitas, pameran bersama, dan berbagai proyek kerja sama.

Pada gelaran ke-33 ATPF tersebut, juga dibahas perihal upaya-upaya Trade Promotion Office (TPO) Asia dalam memulihkan ekonomi dan membantu para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di negara kedudukan masing-masing TPO pasca merebaknya Covid-19.

Banyak UKM yang sangat terdampak kesulitan logistik, bahan baku, serta pemasaran. Sebagian besar TPO di Asia mengubah metode pendekatan promosinya dengan memanfaatkan teknologi. Kegiatan yang selama ini dilakukan secara luring diubah menjadi secara daring, seperti penjajakan potensi bisnis (business matching), misi dagang, pameran dagang, dan pemanfaatan situs-situs promosi daring.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen PEN Kemendag, Marolop Nainggolan menambahkan, pada forum tersebut juga disampaikan rencana Kemendag mengenai penyelenggaraan seminar niaga elektronik (e-commerce) yang dalam kerangka proyek bersama ATPF pada November 2020 mendatang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini