Digugat Pailit Gegara Rp10 Juta, Begini Langkah Ace Hardware

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 08 Oktober 2020 08:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 08 278 2290223 digugat-pailit-gegara-rp10-juta-begini-langkah-ace-hardware-KxoaFQNbHQ.jpg Ilustrasi Hukuman (Foto: Dokumen Okezone)

JAKARTA - PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) siap ambil sikap terkait gugatan pailit oleh Wibowo dan Partners di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Namun, hingga saat ini Ace Hardware belum mendapatkan pemberitahuan resmi terkait gugatan tersebut.

"Menanggapi berita yang beredar di media terkait dengan permohonan PKPU Nomor 329/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst tanggal 6 Oktober 2020 dengan pemohon Wibowo & Partners, kami sampaikan bahwa saat ini kami belum menerima pemberitahuan resmi mengenai perkara tersebut," ujar Direktur Ace Hardware Indonesia, Sugiyanto Wibawa dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2020).

Baca Juga: Digugat Pailit, Begini Sepak Terjang Ace Hardware di Indonesia 

Sugiyanto menambahkan, sebagaimana dikutip oleh media terkait Legal Service Agreement, disampaikan bahwa antara Ace Hardware Indonesia dengan Wibowo & Partners ada ikatan perjanjian jasa hukum bulanan (retainer) senilai Rp10 juta.

"PT Ace Hardware Indonesia Tbk akan segera mengambil sikap setelah menerima pemberitahuan tersebut," kata dia.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat dan investor agar bersikap bijak dalam menanggapi pemberitaan tersebut. Saat ini pihaknya memiliki kinerja yang sangat baik dan tetap beroperasi seperti biasa.

Baca Juga: Gagal Bayar, Ace Hardware Digugat Pailit 

Sebelumnya, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) digugat pailit oleh Wibowo dan Partners. Gugatan ini diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dengan nomor perkara 329/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN Niaga Jkt.Pst.

Dikutip dari Sistem Informasi Penelurusan Perkara (SIPP), gugatan pailit ini diajukan pada Selasa, 6 Oktober 2020 dengan klasifikasi perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Adapun Wibowo dan Partners menunjuk Fajar Ardianto sebagai kuasa hukum pemohon.

Dalam petitumnya, pemohon setidaknya menyampaikan enam poin permohonannya. Peratama, menerima dan mengabulkan Permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh Pemohon untuk seluruhnya.

Kedua, menetapkan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Sementara terhadap Termohon PKPU PT Ace Hardware Indonesia Tbk, untuk paling lama 45 (empat puluh lima) hari terhitung sejak putusan a quo diucapkan.

Ketiga, menetapkan dengan menunjuk Hakim Pengawas dari Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat untuk mengawasi proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Termohon PKPU.

Keempat, menunjuk dan mengangkat Saudara Dr. Turman M. Panggabean, S.H., M.H, Pengurus yang terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, sesuai dengan Bukti Perpanjangan Pendaftaran Kurator dan Pengurus nomor AHU-294 AH.04.03-2020 tertanggal 4 Agustus 2020 yang beralamat di Kantor Kurator dan Pengurus Kepailitan Turman M. Panggabean, S.H., M.H, Ruko Cempaka Mas Blok B No. 24, Jl. Letjen Suprapto, Jakarta Pusat 10640 bertindak selaku Pengurus dalam rangka mengurus harta Termohon PKPU dalam hal Termohon PKPU dinyatakan berada dalam PKPU Sementara dan/atau mengangkat sebagai Kurator dalam hal Termohon PKPU dinyatakan Pailit.

Kelima, menghukum Termohon untuk mentaati putusan perkara ini dan terakhir, menghukum Termohon untuk membayar seluruh biaya yang timbul dalam Permohonan ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini