5 Platform Digital yang Cairkan Insentif Kartu Prakerja

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 14 Oktober 2020 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 14 320 2293454 5-platform-digital-yang-cairkan-insentif-kartu-prakerja-vri4MyBLNn.jpg Kartu Prakerja (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pemerintah kembali menambah platform untuk penyalur insentif kepada peserta kartu prakerja. Kali ini ada tambahan satu e-wallet yakni DANA yang bisa menyalurkan insentif kepada para peserta kartu prakerja.

Ketua Tim Pelaksana Komite Cipta Kerja Rudy Salahuddin mengatakan, semula memang hanya ada 4 platform digital saja yang digunakan sebagai penyalur insentif. Namun dengan adanya tambahan ini, maka ada 5 platfom digital yang digunakan untuk menyalurkan insentif.

"Sejak awal telah digandeng 4 mitra yakni BNI, OVO, LinkAja, dan Gopay. Dan hari ini sampaikan kepada bapak dan ibu, DANA telah resmi menjadi mitra pembayaran di Kartu Prakerja," ujarnya dalam acara diskusi virtual, Rabu (14/10/2020).

Penambahan platform ini menyesuaikan dengan minat para peserta kartu prakerja. Sebab, berdasarkan data yang dimiliki PMO Kartu Prakerja, dari keseluruhan penyalur insentif tersebut, platform e-wallet lebih diminati penerima untuk menerima dana insentif.

"Data menunjukkan 78% penerima memilih e-money sebagai rekening penyaluran dana insentif," kata Rudy.

Menurut Rudy, dengan tambahan ini diharapkan semakin mempermudah penyaluran insentif kepada para peserta. Apalagi, insentif ini akan diberikan ke semua peserta di seluruh Indonesia

 

Adapun insentif yang diberikan adalah berupa bantuan biaya pelatihan sebesar Rp1 juta, dan insentif setelah pelatihan sebesar Rp2,4 juta yang disalurkan hingga 4 kali, yakni Rp600.000 per bulan.

Selain itu, Project Manager Office (PMO) atau Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja juga memberikan insentif bagi penerima Kartu Prakerja yang menyelesaikan 3 survei evaluasi program sebesar Rp150.000. Semua insentif tersebut hanya disalurkan melalui 5 mitra penyalur di atas.

"Semua orang dari Sabang sampai Merauke tidak ada satu pun terlewati dari penerima. Karena pandemi mengurangi mobilitas, jadi kita dipaksa go digital sekaligus membuat program lebih efisien," kata Rudy.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini