JAKARTA - Head Economist TanamDuit Ferry Latuhihin mendukung pernyataan kondisi pasar modal Indonesia lebih baik dibandingkan Singapura, Filipina, hingga Thailand yang posisinya berada di bawah Indonesia. Sebagai gambaran, indeks Singapura hingga saat ini masih -21,49%. Sementara untuk Filipina dan Thailand indeksnya masing-masing mengalami -24,53% dan 22,04%.
Menurut Ferry market di Indonesia lebih kuat dari negara-negara tersebut tidak lain karena ekspektasi pasar yang menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca-pandemi covid19 akan melesat lebih cepat daripada negara tetangga. Secara outlook juga stabil seperti yang dikatakan oleh lembaga-lembaga rating seperti Fitch dan S&P. "Pertumbuhan ekonomi Singapura masih sangat volatile dibanding pertumbuhan ekonomi kita. Dan Thailand selalu lebih rendah," ujar Ferry, Senin (19/10/2020).
Baca Juga: Rekomendasi MNC Sekuritas: Cermati Saham Berikut di Awal Pekan
Dia melanjutkan secara struktur ekonomi Indonesia didominasi UMKM sehingga ikut mendukung stabilitas dan rendahnya volatilitas pertumbuhan. Di tengah krisis ini sektor perbankan nasional juga relatif aman dan likuiditasnya didukung oleh pemerintah. "Bahkan pertumbuhan kredit sudah mulai positif lagi. Saya masih yakin index masih berpotensi ke 5750-6000 akhir tahun ini dan ke 7000 akhir 2021," tambahnya.