Rupiah Menguat ke Rp14.600/USD, Ada Kabar Baik dari Ekonomi China

Fadel Prayoga, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 11:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 320 2295817 rupiah-menguat-ke-rp14-600-usd-ada-kabar-baik-dari-ekonomi-china-3ur1xo9xRW.jpg Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi bergerak menguat di kisaran Rp14.600 per USD-Rp14.800 per USD pada perdagangan hari ini.

Pekan lalu Rupiah bergerak cukup variatif, dan berakhir di level 14.698 per USD, melemah 8 poin atau 0,05% berdasarkan data Bloomberg . Kurs Jisdor juga melemah 6 poin dibandingkan dengan posisi Kamis (15/10/2020) di level 14.760. Sementara dollar index juga terkoreksi 0,19% ke level 93,682.

Dari dalam negeri, sentimen cukup banyak berkembang di pasar, mulai dari keputusan suku bunga acuan Bank Indonesia, neraca perdagangan, ramalan Dana Moneter Internasional (IMF) hingga demo penolakan UU Cipta Kerja. Demikian seperti dikutip keterangan Treasury MNC Bank, Jakarta, Senin (19/10/2020).

Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp14.696/USD 

Pada 13 Oktober, Bank Indonesia mengumumkan tetap mempertahankan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate di angka 4%. Fokus BI tetap pada stabilitas nilai tukar Rupiah. BI juga memperkirakan transaksi berjalan RI yang selama ini defisit akan berubah menjadi surplus.

Berikutnya, IMF merilis proyeksi ekonomi global terbaru pada pekan lalu. IMF kini memperkirakan ekonomi dunia 2020 mengalami kontraksi 4,4%. Membaik dibandingkan proyeksi yang dirilis pada April lalu yaitu sebesar -4,9%. Namun, IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pada Juni lalu, diperkirakan terkontraksi 0,3% menjadi terkontraksi 1,5%.

Demonstrasi mahasiswa bersama aktivis buruh dan masyarakat menyuarakan tentang penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja yang ricuh sempat memberikan sentimen negatif terhadap Rupiah. Jika dilihat dari perspektif yang berbeda, Undang-undang ini ditujukan untuk membuat regulasi yang tidak tumpang tindih guna mendatangkan investor dari luar, menciptakan lapangan kerja dan membantu Indonesia memerangi kemiskinan. Pemerintah masih gencar melakukan sosialisasi agar tidak terjadi lagi kesalahpahaman di masyarakat mengenai omnibus law ini.

Rupiah Melemah di Angka Rp14.777/USD

Dari AS, negosiasi RUU stimulus ekonomi Covid-19 lanjutan kembali mandek dan kabarnya tak akan ada kesepakatan dalam waktu dekat sebelum pemilu AS. Selanjutnya klaim tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 10 Oktober tercatat 898.000, naik dibandingkan pekan sebelumnya yaitu 845.000.

Dari Eropa, lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Eropa membuat sebagian negara seperti Inggris, Perancis hingga Polandia kembali menghadapi kondisi darurat dan memutuskan untuk memperketat mobilitas publiknya.

Sementara itu, Pfizer Inc telah dapat mengajukan otorisasi AS untuk vaksin Covid-19. Selanjutnya, China akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi kuartal III-2020 yang diperkirakan akan naik 5,2%. Artinya, ekonomi China sudah membaik dan sangat dekat dengan level sebelum pandemi. Hal ini tentunya dapat menjadi sentimen positif bagi pasar global.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini