AstraZeneca adalah satu dari empat pembuat obat yang didukung AS dalam pengujian tahap akhir untuk vaksin potensial. Vaksin AstraZeneca disebut AZD1222, menggunakan materi genetik dari virus corona dengan adenovirus yang dimodifikasi.
Pada Juli, perusahaan menerbitkan data yang menunjukkan vaksinnya menghasilkan respons imun yang menjanjikan dalam uji coba tahap awal dan tampaknya dapat ditoleransi dengan baik.
Vaksin tidak menghasilkan efek samping yang serius pada sukarelawan, menurut para peneliti saat itu. Kelelahan dan sakit kepala adalah efek samping yang paling sering dilaporkan, kata mereka. Efek samping umum lainnya termasuk nyeri di tempat suntikan, nyeri otot, menggigil dan demam.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.