Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penjualan Terjun Bebas, Matahari Tutup 7 Gerai

Kunthi Fahmar Shandy , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2020 |21:44 WIB
Penjualan Terjun Bebas, Matahari Tutup 7 Gerai
Ritel (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - PT Matahari Department Store Tbk melaporkan penjualan kotor sebesar Rp5,9 triliun untuk sembilan bulan yang berakhir pada september 2020. Posisi tersebut 57,6% lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu, sementara pendapatan bersih turun 57,5% menjadi Rp3,3 triliun.

Matahari mulai pulih secara stabil pada Juli, Agustus dan hingga pertengahan September, ketika pada tanggal 14 September, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diimplementasikan kembali di Jakarta dan adanya pembatasan operasional di lokasi lainnya.

Baca Juga: Matahari Department Store Rugi Rp358 Miliar Terpukul Corona

"Hal ini menyebabkan Matahari menutup beberapa gerainya untuk sementara, sehingga memperlambat kinerja pada kuartal tersebut," ujar CEO dan Wakil Presiden Direktur Matahari Terry O'Connor, Kamis (22/10/2020). 

Untuk mengurangi dampak pandemi, Perseroan menjalankan pengetatan biaya, termasuk upaya negosiasi untuk memperoleh keringanan sewa, yang menghasilkan penurunan beban operasional sebesar 26,2% pada kuartal ketiga dan 29,3% pada periode Januari sampai dengan September.

Meski demikian, Matahari membukukan rugi bersih Rp617 miliar selama sembilan bulan yang berakhir pada September 2020. 

Pandemi covid-19 yang sedang berlangsung mempercepat penutupan gerai-gerai yang berkinerja kurang baik sejalan dengan upaya Matahari dalam restrukturisasi bisnis.

Menurut dia sepanjang tahun ini, tujuh gerai format besar dan seluruh gerai khusus ditutup dan tiga gerai format besar dibuka. Saat ini Matahari mengoperasikan 153 gerai di 76 kota di seluruh Indonesia. Perseroan juga berniat untuk mengakhiri tahun ini dengan portofolio sekitar 150 gerai format besar yang menguntungkan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement