Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Resmikan Pabrik Gula di Bombana, Jokowi: Ini Sebuah Keberanian

Dita Angga R , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2020 |14:59 WIB
Resmikan Pabrik Gula di Bombana, Jokowi: Ini Sebuah Keberanian
Presiden Jokowi (foto: Biro Pers Istana)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerjanya hari ini di Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan peninjauan lokasi lokasi panen tebu sekaligus meresmikan pabrik gula yang berada di Kabupaten Bombana. Jokowi menilai bahwa investasi untuk membuka kebun tebu dan pabrik gula terintegrasi tersebut merupakan sebuah keberanian yang patut diapresiasi.

Pabrik dengan kapasitas produksi yang tergolong besar di Indonesia tersebut dioperasikan oleh PT Prima Alam Gemilang dengan teknologi modern yang didukung otomatisasi.

 Baca juga: Harga Gula Mahal, Bos Bulog: Dimainkan Kelompok Tertentu

"Ini adalah sebuah keberanian. Keberanian membuka sebuah investasi dan usaha di tempat ini. Ini yang harus kita apresiasi dan hargai. Dimulai tiga tahun lalu dan sekarang selesai dan sudah berproduksi," katanya, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya keberanian lain yang patut diapresiasi adalah mmebuka investasi di masa pandemi.

 Baca juga: 5 Jurus Mendag Tekan Harga Gula

"Di kala situasi ekonomi seperti ini semua pengusaha pasti wait and see, berpikir untuk berinvestasi dan membuka usaha baru. Keputusan ini patut kita hargai," ungkapnya.

Selain mengapresiasi keberanian itu, Jokowi juga menyebut bahwa investasi ini mampu menyediakan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal. Dalam operasinya, kebun dan pabrik itu dapat menyerap maksimal 15.000 tenaga kerja.

"Membuka industri, membuka pabrik gula, dan yang paling penting membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Ini poin yang paling penting yang ingin saya garis bawahi," tuturnya.

Pada sambutannya dia membeberkan kebutuhan gula di tanah air yang mencapai5,8 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, baru sebanyak 2,1 juta ton yang mampu diproduksi di dalam negeri. Sedangkan sisanya, masih harus mengandalkan impor.

"Sehingga pendirian pabrik gula di Bombana ini sekali lagi patut kita hargai karena nanti mengurangi impor. Artinya bisa memperbanyak devisa negara dan memperkuat neraca transaksi berjalan kita," ujarnya.

Pengerjaan konstruksi pabrik gula yang diresmikan presiden ini dimulai pada awal 2017 silam dan mulai berproduksi pada Agustus tahun 2020 ini. Kapasitas pengolahan tebu yang mampu dilakukan pabrik tersebut ialah sebanyak 8.000 TCD (ton cane per day) yang mampu ditingkatkan hingga 12.000 TCD. Dengan kapasitas tersebut, pabrik mampu memproduksi gula kristal putih sebanyak 800 hingga 1.200 ton per hari.

Turut mendampingi dalam acara tersebut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi.

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement