Share

5 Jurus Mendag Tekan Harga Gula

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 27 Mei 2020 22:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 27 320 2220324 5-jurus-mendag-tekan-harga-gula-3zXYmfwSf9.jpg Gula (Foto: Reuters)

JAKARTA - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto membuat lima langkah kunci strategis untuk menekan laju melonjaknya harga gula. Pertama, mengalihkan gula krital mentah untuk gula rafinasi menjadi gula konsumsi untuk memenuhi kebutuhan pasar sebesar 250.000 ton.

Pada saat ini telah dilakukan distribusi sebesar 175.335 ton dengan rincian sebanyak 16.293 ton langsung kepada ritel modern dan sisanya disalurkan langsung ke distributor dan pedagang.

Baca juga: Harga Gula Masih Mahal, Mendag Gelar Operasi Pasar di Bekasi

Kedua, meminta produsen dan distributor untuk memutus mata rantai distribusi yang panjang sehingga gula tersebut bisa langsung ke pedagang pasar rakyat dan ritel modern. Produsen yang mendapatkan penugasan mengolah gula impor raw sugar menjadi GKP harus menurunkan harga jual kepada distributor maksimal Rp11.200/kg sehingga harga gula bisa disalurkan kepada ritel modern dan pasar rakyat sesuai HET.

“Kementerian Perdagangan akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan bekerjasama dengan pemerintah daerah dan Assosiasi terhadap waktu pemasukan gula kristal mentah, proses produksi dan distribusi oleh pabrik gula yang mendapatkan penugasan pengalihan dari produsen gula rafinasi menjadi gula konsumsi dan persetujuan impor sehingga dapat menjamin ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga gula nasional,” kata Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana mengutip arahan Mendag Agus Suparmanto, dilansir dari laman Kemendag, Rabu (27/5/2020).

Baca juga: Mendag Ungkap 2 Penyebab Harga Gula Bisa Rp20.000/Kg

Ketiga, memotong rantai distribusi dengan meminta produsen melakukan penyaluran gula langsung ke pedagang di pasar rakyat, selain itu juga akan dilakukan penjualan gula curah tanpa kemasan di ritel modern serta dilakukan monitoring dengan melibatkan Kementerian Perdagangan dan Satgas Pangan agar harga sesuai HET.

Keempat, melakukan operasi pasar gula langsung untuk menurunkan harga secara signifikan. Operasi pasar dilakukan melalui kerjasama dengan produsen dan distributor gula yang menyalurkan gula secara langsung ke pasar dengan harga sesuai HET Rp12.500/kg.

Operasi Pasar ini dilakukan secara serentak di 34 propinsi mulai Minggu ke 3 bulan Mei 2020 dan akan dilakukan setiap hari. Kelima, sebagai implementasi dari pengawasan yang dilakukan, Menteri Perdagangan meminta Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga bersama Satgas Pangan terus melakukan penindakan kepada pelaku bisnis atau distributor gula yang nakal karena melakukan penyimpangan distribusi gula.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini