Boikot Produk Perancis, Apa Pengaruhnya ke Perdagangan dan Ekonomi RI?

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 30 Oktober 2020 18:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 30 320 2301725 boikot-produk-perancis-apa-pengaruhnya-ke-perdagangan-dan-ekonomi-ri-kinFwaBGvz.jpg Ekonomi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Seruan aksi boikot produk asal Prancis menggema ke seluruh pelosok dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini dilakukan akibat pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dianggap telah menghina Islam.

Menanggapi hal itu, Ekonom Core Piter Abdullah mengatakan bahwa aksi boikot produk Prancis tidak akan menggangu ekonomi Indonesia. Sebab, baik dari segi perdagangan atau pun kerjasama tidak begitu besar.

"Aksi boikot produk Prancis tidak akan berpengaruh pada ekonomi. Justru yang berdampak adalah ekonomi Prancis," katanya, Jumat (30/10/2020)

Baca Juga: Heboh Boikot Produk Prancis, Apa Saja yang Ada di Indonesia?

Dia menjelaskan, gerakan boikot produk Prancis tidak berpengaruh baik dari sisi investasi maupun ekspor impor. Sebab, produk-produk Indonesia sendiri tidak banyak yang bisa menjadi substitusi produk Prancis.

Dia menambahkan, bahwa belajar dari pengalaman sebelumnya, gerakan ini tidak berlangsung lama. Menurutnya, gerakan ini hanya bersifat sementara.

"Jadi tidak terlalu signifikan dampaknya, dan gerakan ini juga hanya bersifat sementara" tandasnya.

Sekedar informasi, dalam konteks ekspor impor, neraca perdagangan Indonesia ke Prancis selalu defisit dalam 5 tahun terakhir. pada 2019 USD -411 Juta, 2018 USD -648,5 Juta, 2017 USD -609,4 Juta, 2016 USD -489,3 Juta dan 2015: USD -364 Juta. Dari kondisi itu menunjukkan bahwa ekspor Prancis ke Indonesia lebih besar daripada yang diekspor Indonesia ke Prancis.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini