Sultan soal UMP: Gaji Rp5 Juta Belum Layak Kalau Butuhnya Rp10 Juta

Suharjono, Jurnalis · Selasa 03 November 2020 19:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 03 622 2303626 sultan-soal-ump-gaji-rp5-juta-belum-layak-kalau-butuhnya-rp10-juta-7JBcDj3YMh.jpeg Rupiah (Foto: Shutterstock)

YOGYAKARTA - Protes kaum buruh soal Upah Minimum Provinsi (UMP) di Yogyakarta langsung ditanggapi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menurutnya penetapan UMP sudah berdasarkan pada negosiasi antara Serikat buruh dengan asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo).

"Ya Rp5 juta pun belum layak kalau butuhnya Rp10 juta," kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X di Kepatihan Yogyakarta, Selasa (3/11/2020).

Dijelaskannya, dalam penetapan UMP pihak Pemda DIY sifatnya memfasilitasi antara Serikat pekerja dengan Apindo. Dengan demikian yang sudah dilakukan dalam pembahasan kenaikan UMP merupakan kesepakatan bersama.

"Kalau sekarang (minta) Rp 3 juta lebih, saya kira suruh negosiasi sendiri sama Apindo bisa enggak," katanya.

Menurut Sultan, upah Rp1,7 juta per bulan tersebut tidak untuk seluruh pekerja. Namun berlaku bagi pekerja yang baru. Setelah masa kerja 1 tahun lanjutnya, akan ada kenaikan gaji berkala dari perusahaan.

"Sedang faktanya biarpun kita memutuskan Rp1,7 juta, itu kan bagi pekerja yang baru bukan seluruh pekerja," lanjut dia.

Sri Sultan melanjutkan, pihaknya tidak bisa sewenang-wenang menerapkan UMP sepihak. Namun berdasarkan kesepakatan bersama.

"Di sini bukan dalam arti saya mengeluarkan keputusan kan bukan mau saya sendiri. Dasarnya kesepakatan yang dicapai oleh Apindo dan para karyawan. Kesepakatannya berapa itu ya udah saya hanya bernegosiasi dari pada pakai koma piye nak digenepi (bagaimana kalau dibulatkan)," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini