Menteri Basuki Habiskan Duit Infrastruktur Rp59,4 Triliun

Ferdi Rantung, Jurnalis · Rabu 04 November 2020 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 04 320 2304106 menteri-basuki-habiskan-duit-infrastruktur-rp59-4-triliun-VTFTEryatJ.jpg Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengungkapkan bahwa realisasi anggaran belanja infrastruktur hingga 1 November 2020, sudah mencapai 68%. Angka itu setara dengan Rp59,47 trilliun dari total pagu anggaran tahun 2020 sebesar Rp87,76 triliun.

"Pada masa Pandemi COVID-19 ini, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan akibat dari turunnya investasi, demikian juga ekspor impor, sehingga untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, Pemerintah mengandalkan belanja APBN untuk pembangunan infrastruktur," kata Menteri Basuki dalam keterangan resminya, Rabu (4/11/2020).

Baca Juga: 125 Km Tol Baru Siap Beroperasi hingga Akhir Tahun

Total anggaran tahun 2020 sebesar Rp87,76 triliun terdiri dari program reguler sebesar Rp75,44 triliun dan program pembangunan infrastruktur dengan skema Padat Karya Tunai (PKT) melalui 16 program dengan anggaran sebesar Rp12,32 triliun. Program tersebut diantaranya untuk pembangunan irigasi kecil, sanitasi, jalan produksi, dan rumah swadaya.

Khusus untuk program PKT dengan target penerima manfaat sebesar 638.990 orang. Hingga awal November 2020, realisasi PKT telah mencapai Rp10,80 triliun atau sebesar 87,7% dengan jumlah tenaga kerja yang telah terserap sebanyak 630.990 orang atau sekitar 98,7%.

Dari total sebanyak 16 program PKT, secara keseluruhan 11 program telah mendekati tuntas. Selain itu, juga dialokasikan anggaran sebesar Rp1,36 triliun untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

PEN itu berupa perluasan Program Padat Karya berupa revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5.000 km dengan anggaran Rp1 triliun.

Tak hanya itu, PUPR terus melanjutkan program kerja melalui belanja infrastruktur PUPR, seperti pembangunan dan pemeliharaan bendungan, irigasi, jalan, jembatan, sanitasi, sistem air minum, penataan kawasan, infrastruktur di kawasan strategis pariwisata, rumah MBR dalam rangka meningkatkan daya saing sekaligus menjadi stimulus bagi sektor riil untuk tetap bertahan dan tumbuh pada masa Pandemi COVID-19 ini.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini