JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan Financial technology (Fintech) akan memainkan peran penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Kehadiran fintech diyakini bisa mengurangi pengangguran di Indonesia.
Baca Juga: Menko Airlangga Pamer 4 Unicorn dan 1 Decacorn di RI
"Kami (pemerintah) melihat tantangan fintech saat ini juga diharapkan bisa jawab tantangan terhadap potensi pengangguran terbuka. Jadi fintech ini dapat dorong kegiatan UMKM dan kewirausahaan," ujar dia dalam pembukaan Pekan Fintech Nasional (PFN) 2020 dan Indonesia Fintech Summit (IFS) 2020, Rabu (11/11/2020).
Kemudian, lanjut dia, selain peran dari fintech untuk mengurangi angka pengangguran, pemerintah juga memainkan peran. Seperti melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
"UU tersebut diharapkan, mampu mendorong terciptanya lapangan pekerjaan baru. Sehingga bisa mentransformasi ekonomi secara nasional," ungkap dia.
Seblumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pemerintah masih memiliki tantangan untuk menekan jumlah pengangguran RI. Sebab, pandemi covid-19 menambah jumlah pengangguran sebanyak 2,67 juta menjadi 9,77 juta orang pada Agustus 2020.
Imbasnya, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2020 melonjak menjadi 7,07%. Realisasi itu naik dari posisi Agustus 2019 yang sebesar 5,23%.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.