JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami pelemahan hari ini. Adapun indeks akan bergerak di kisaran 5.381-5.529.
Analis Binaartha Sekuritas M Nafan Aji Gusta Utama mengatakan, berdasarkan indikator, MACD masih menunjukkan sinyal positif. Meskipun demikian, Stochastic maupun RSI sudah terjadi overbought atau jenuh beli.
Baca juga: Kenaikan IHSG Diprediksi Imbas Investor Lokal Jual Saham ke Asing
"Di sisi lain, terlihat pola evening star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi lanjutan pada pergerakan IHSG," ujar Nafan dalam risetnya, Jumat (13/11/2020).
Berdasarkan rasio fibonacci, adapun support maupun resistance berada pada 5.381,95 hingga 5.529,96.
Baca juga: IHSG Berpeluang Menguat ke 5.600 di Akhir Tahun
IHSG sebelumnya ditutup melemah 50,91 poin atau 0,92 persen ke 5.459, terdapat 168 saham menguat, 198 saham melemah dan 337 saham stagnan. Transaksi perdagangan mencapai Rp10,03 triliun dari 16,37 miliar lembar saham yang diperdagangkan.
Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut;
AGRO
Pergerakan harga saham telah menguji garis MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area level 386 – 392, dengan target harga secara bertahap di level 414, 478 dan 540. Support: 386 & 365.
BJBR
Terlihat pola bearish spinning top candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level Rp1.290 – Rp1.335, dengan target harga di level Rp1.175. Resistance: Rp1.350.
CPIN
Terlihat beberapa pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level Rp6.775 – p6.900, dengan target harga secara bertahap di level Rp6.550 dan Rp6.350. Resistance: Rp6.900 & Rp7.300.
GGRM
Pergerakan harga saham telah menguji beberapa garis MA 10 maupun MA 20 sehingga peluang terjadinya penguatan minimal menuju ke level resistance pertama masih terbuka lebar. “Akumulasi Beli” pada area Rp41.000 - Rp41.475, dengan target harga secara bertahap di level Rp42.375, Rp43.300, Rp47.200 dan Rp66.125. Support: Rp41.075 & Rp39.400.
HEAL
Terlihat beberapa pola hanging man candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level Rp3.450 – Rp3.700, dengan target harga di level Rp3.280. Resistance: Rp3.800.
KLBF
Pergerakan harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish harami candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level Rp1.475 – Rp1.485, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.535, Rp1.595 dan Rp1.850. Support: Rp1.460 & Rp1.340.
KRAS
Terlihat pola shooting star candle yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Partial Sell” pada area level Rp400 – Rp420, dengan target harga di level Rp378. Resistance: Rp438.
SSIA
Terlihat pola tweezer top candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi aksi profit taking pada pergerakan harga saham. “Sell on strength” pada area level Rp545 – Rp555, dengan target harga di level Rp525. Resistance: Rp575.
(Fakhri Rezy)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.